TAHU BAKSO SAKURA





Setelah buka inbox di Facebook ternyata ada undangan dari Mbak Ellen Widyasari salah satu juragan tumpeng yang sukses dan ownernya Dapur Ibu. Acaranya “Ngeliwet Bareng”, syukur Alhamdulillah saya bisa hadir. Terima kasih buat Mbak Ellen atas undangannya. Salah satu potluck yang saya bawa tahu sakura,  identik dengan topping telur puyuh, berhubung bosan dengan telur puyuh akhirnya muncul ide, saya ganti dengan bakso dan jadilah “Tahu Bakso Sakura” idenya terinspirasi dengan tahu bakso. Semoga potlucknya berkenan dan rasanya cocok buat ibu-ibu yang semuanya pinter masak dengan kreasi makanannya semua enak-enak.

Sekilas tentang potluck “Ngeliwet Bareng” ada dibawah ini ya, ada Bongko mento, getuk, kue pancong, kue pepe, risoles, ayam keeling, pukis Banyumas, pepes, cilok, cireng, buah menteng, kue cucur, jengkol dan masih banyak lagi. Special dari tuan rumah nasi liwet komplit ada empal, sayur asem, ikan asin, sambal yang pedasnya mantap, petai tak ketinggalan. Wah....terbayang kan betapa serunya.....




Sebelumnya minta maaf yang tayang hanya fotonya saja, ha...ha...bikin ngiler aja.Akhirnya sekarang baru punya kesempatan ngeblog lagi berhubung demam dan ada kerjaan yang harus saya selesaikan. Walaupun batuk tetap kudu semangat. Yang menanti resep silahkan mencoba ya, gampang kok……. 


Tahu Bakso Sakura ala Pawon Ayu
Resep by Maya Efendy
Untuk 52 buah

Bahan-bahan:
  • 5 buah tahu putih, haluskan
  • 3 buah wortel ukuran sedang, diserut.
  • Daun bawang iris halus
  • Daun seledri iris halus
  • Garam secukupnya
  • Gula pasir secukupnya
  • 3 butir telur kocok lepas
  • 21 butir bakso sapi potong dua
  • ½ sendok teh merica bubuk

Bumbu halus:
  • 8 butir bawang merah goreng
  • 6 siung bawang putih goreng
  • ½ sendok teh merica butiran

Bahan pencelup (kocok lepas):
  • 3 butir putih telur
  • 2 sendok makan air matang

Bahan tambahan:
  • Cabe rawit hijau atau saus sambal

Cara membuat:
  1. Siapkan cetakan sakura. Sisihkan.
  2. Campur tahu dengan bumbu halus, garam, gula dan bubuk lada, aduk sampai merata, diamkan selama 15 menit agar bumbu meresap.
  3. Tambahkan  serutan wortel, daun bawang, daun seledri. Campur dan aduk rata.
  4. Tambahkan telur aduk lagi sampai rata.
  5. Masukan campuran tahu ke dalam cetakan sakura. Atasnya tambahkan potongan bakso.
  6. Kukus selama 30 menit. Diamkan sampai uap panasnya hilang. Lepaskan dari cetakan.
  7. Celupkan tahu yang telah dicetak di dalam bahan pencelup. Goreng dengan minyak yang panas dengan api sedang. Setelah kekuningan. Angkat. Tiriskan.
  8. Sajikan dengan cabe rawit atau saus sambal.


Selamat mencoba.



TAHU BAKSO SAKURA





Setelah buka inbox di Facebook ternyata ada undangan dari Mbak Ellen Widyasari salah satu juragan tumpeng yang sukses dan ownernya Dapur Ibu. Acaranya “Ngeliwet Bareng”, syukur Alhamdulillah saya bisa hadir. Terima kasih buat Mbak Ellen atas undangannya. Salah satu potluck yang saya bawa tahu sakura,  identik dengan topping telur puyuh, berhubung bosan dengan telur puyuh akhirnya muncul ide, saya ganti dengan bakso dan jadilah “Tahu Bakso Sakura” idenya terinspirasi dengan tahu bakso. Semoga potlucknya berkenan dan rasanya cocok buat ibu-ibu yang semuanya pinter masak dengan kreasi makanannya semua enak-enak.

Sekilas tentang potluck “Ngeliwet Bareng” ada dibawah ini ya, ada Bongko mento, getuk, kue pancong, kue pepe, risoles, ayam keeling, pukis Banyumas, pepes, cilok, cireng, buah menteng, kue cucur, jengkol dan masih banyak lagi. Special dari tuan rumah nasi liwet komplit ada empal, sayur asem, ikan asin, sambal yang pedasnya mantap, petai tak ketinggalan. Wah....terbayang kan betapa serunya.....




Sebelumnya minta maaf yang tayang hanya fotonya saja, ha...ha...bikin ngiler aja.Akhirnya sekarang baru punya kesempatan ngeblog lagi berhubung demam dan ada kerjaan yang harus saya selesaikan. Walaupun batuk tetap kudu semangat. Yang menanti resep silahkan mencoba ya, gampang kok……. 


Tahu Bakso Sakura ala Pawon Ayu
Resep by Maya Efendy
Untuk 52 buah

Bahan-bahan:
  • 5 buah tahu putih, haluskan
  • 3 buah wortel ukuran sedang, diserut.
  • Daun bawang iris halus
  • Daun seledri iris halus
  • Garam secukupnya
  • Gula pasir secukupnya
  • 3 butir telur kocok lepas
  • 21 butir bakso sapi potong dua
  • ½ sendok teh merica bubuk

Bumbu halus:
  • 8 butir bawang merah goreng
  • 6 siung bawang putih goreng
  • ½ sendok teh merica butiran

Bahan pencelup (kocok lepas):
  • 3 butir putih telur
  • 2 sendok makan air matang

Bahan tambahan:
  • Cabe rawit hijau atau saus sambal

Cara membuat:
  1. Siapkan cetakan sakura. Sisihkan.
  2. Campur tahu dengan bumbu halus, garam, gula dan bubuk lada, aduk sampai merata, diamkan selama 15 menit agar bumbu meresap.
  3. Tambahkan  serutan wortel, daun bawang, daun seledri. Campur dan aduk rata.
  4. Tambahkan telur aduk lagi sampai rata.
  5. Masukan campuran tahu ke dalam cetakan sakura. Atasnya tambahkan potongan bakso.
  6. Kukus selama 30 menit. Diamkan sampai uap panasnya hilang. Lepaskan dari cetakan.
  7. Celupkan tahu yang telah dicetak di dalam bahan pencelup. Goreng dengan minyak yang panas dengan api sedang. Setelah kekuningan. Angkat. Tiriskan.
  8. Sajikan dengan cabe rawit atau saus sambal.


Selamat mencoba.



NCC CHEESE CULINARY WEEKS


BOLA-BOLA KENTANG
PANGGANG KEJU


Sebelum membahas tentang keju lebih baik kita mengetahui sejarahnya terlebih dahulu, saya kutip dari Wikipedia
Keju adalah sebuah makanan yang dihasilkan dengan memisahkan zat-zat padat dalam susu melalui proses pengentalan atau koagulasi.[1]Proses pengentalan ini dilakukan dengan bantuan bakteri atau enzim tertentu yang disebut rennet.[1] Hasil dari proses tersebut nantinya akan dikeringkan, diproses, dan diawetkan dengan berbagai macam cara.[1] Dari sebuah susu dapat diproduksi berbagai variasi produk keju.[1]Produk-produk keju bervariasi ditentukan dari tipe susu, metode pengentalan, temperatur, metode pemotongan, pengeringan, pemanasan, juga proses pematangan keju dan pengawetan.[1] Umumnya, hewan yang dijadikan sumber air susu adalah sapi.[2] Air susu unta, kambing,domba, kuda, atau kerbau digunakan pada beberapa tipe keju lokal.[2]
Makanan ini dikenal di seluruh dunia, namun diduga pertama kali dikenal di daerah sekitar Timur Tengah. Meskipun tidak dapat dipastikan kapan keju pertama kali ditemukan, menurut legenda keju pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang pengembara dari Arab.[2]
Keju memiliki hampir semua kandungan nutrisi pada susu, seperti protein, vitamin, mineral, kalsium, dan fosfor namun juga lemak dankolesterol yang dapat menyebabkan masalah kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan.[3] Besaran kandungan lemak dalam keju tergantung pada jenis susu yang digunakan.[3] Keju yang dibuat dengan susu murni atau yang sudah ditambah dengan krim memiliki kandungan lemak, kolesterol dan kalori yang tinggi.[3] Keju sangat bermanfaat karena kaya akan protein, terutama bagi anak kecil karena mereka membutuhkan protein yang lebih banyak dibandingkan orang dewasa.[3]

Sekilas tentang sejarah keju, bisa anda baca di sini ya, penting sekali buat kita  apalagi untuk penggemar olahan keju untuk mengetahui jenis-jenis keju ada di sini. 




Last minute update ha...ha...kayak acara di telivisi, banyak sekali ide untuk membuat resep makanan dari keju. Justru itu membuat saya sempat bingung keinginan untuk membuat ini itu. Akhirnya saya bisa setoran juga walaupun didetik-detik terakhir event NCC Cheese Culinary Weeks. Rencana tinggal rencana keinginan setoran resep lebih dari satu tak terwujud karena banyak event yang ingin saya ikuti.

Terima kasih buat host NCC Cheese Culinary Weeks .yang telah menyelenggarakan event ini, yaitu Mbak Riri F Hassan pemilik blog kuwenyariri.blogspot.com dan Pantry Fun  dan co-host Bapak Soegianto pendiri dari jejaring sosial untuk berbagi pengalaman memasak yang asli Indonesia, dapurmasak.com, Mbak Lia Djoen pemilik blog dapurtetangga.blogspot.com, Mbak Cicilia Lusana Ariwibowo pemilik blog dapurvinto.blogspot.com, Marlian Masri pemilik blog tokoanakajaib.blogspot.com dan Pak Trie Haryanto adalah seorang cheesepreneur produk keju rumahan dengan brand Trie's Cheese. Salah satu produk andalannya adalah keju Mozarella yang tidak kalah lezatnya dengan keju sejenis dengan merk ternama.

Buat host dan para co-host so pasti repot ya tapi senang pastinya apalagi pesertanya begitu banyak. Terima kasih juga akhirnya saya bisa ikut serta event ini, dengan event ini bisa memberi semangat yang luar biasa, otak atik di dapur dan bisa mempersembahkan resep special yaitu “Bola-bola Kentang panggang Keju” semoga berkenan. Resepnya saya ambil dari Majalah Sedap, benar-benar menu yang ngeju banget. Menurut saya ini mirip dengan pastel kentang. Silahkan yang ingin mencoba hasilnya ngeju banget, gurih dan enak. Menu ini adalah termasuk favorit putri mungil saya dan suami. Ada cerita seru waktu sesi pemotretan, photonya agak gelap karena motretnya menjelang maghrib. Waktu proses pemotretan anak & suami saya sudah tidak sabar ingin menikmatinya, gara-gara wangi keju menyebar di seluruh ruangan di rumahku duh.....saya gak konsentrasi motretnya. Akhirnya hanya beberapa photo yang bisa saya ambil. Setelah itu, bola-bola kentang panggang keju ludes setengah pinggan. Wow....betapa happy-nya, semua ini karena keju. Seperti biasa putri saya makan dengan lahapnya dan malamnya tidur nyenyak karena kekenyangan. Setengah pinggan lagi masuk kulkas, esok pagi saya panasin dengan happy call sebagai menu sarapan. Akhirnya ludes dalam sekejap. Resep ada dibawah ini:

Bola-Bola Kentang Panggang Keju
Resep: Majalah Sedap
Untuk 8 porsi

Bahan-bahan:
  • 500 gram kentang, kukus, haluskan
  • ¾ sendok teh garam
  • ½ sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok teh pala bubuk


Bahan isi (aduk rata):
  • 100 gram daging giling
  • ½ sendok teh garam
  • ¼ sendok teh oregano kering
  • 1/8 sendok teh merica bubuk


 Bahan saus:
  • 3 sendok makan mentega tawar
  • ½ bawang bombay, cincang halus
  • 4 sendok makan tepung terigu
  • 400 ml susu cair
  • ¾ sendok teh garam
  • ¼ sendok teh merica bubuk
  • ½ sendok teh pala bubuk
  • 50 gram keju cheddar parut


 Taburan:
  • 50 gram keju mozzarella, parut kasar (saya pake keju quick melt)
Cara membuat:
  1. Campur kentang kukus, garam, merica dan pala. Aduk rata. Ambil setengah bagian. Tata di pinggan tahan panas ukuran diameter 20 cm. Setengah bagian lagi dibentuk bulat diisi dengan bahan isi. Tata diatasnya.
  2. Saus, panaskan mentega. Tumis bawang bombay hingga harum. Tambahkan tepung terigu sambil diaduk hingga menggumpal.
  3. Tuang susu sedikit-sedikit sambil diaduk sampai licin. Tambahkan garam, merica, pala dan keju. Aduk rata. Masak sampai meletup-letup.
  4. Tuang saus di atas kentang. Oven dengan api bawah suhu 170 derajat Celcius 20 menit sampai matang.
  5. Taburi keju mozzarella. Oven kembali 10 menit sampai keju meleleh.




Selamat mencoba. 
NCC CHEESE CULINARY WEEKS


BOLA-BOLA KENTANG
PANGGANG KEJU


Sebelum membahas tentang keju lebih baik kita mengetahui sejarahnya terlebih dahulu, saya kutip dari Wikipedia
Keju adalah sebuah makanan yang dihasilkan dengan memisahkan zat-zat padat dalam susu melalui proses pengentalan atau koagulasi.[1]Proses pengentalan ini dilakukan dengan bantuan bakteri atau enzim tertentu yang disebut rennet.[1] Hasil dari proses tersebut nantinya akan dikeringkan, diproses, dan diawetkan dengan berbagai macam cara.[1] Dari sebuah susu dapat diproduksi berbagai variasi produk keju.[1]Produk-produk keju bervariasi ditentukan dari tipe susu, metode pengentalan, temperatur, metode pemotongan, pengeringan, pemanasan, juga proses pematangan keju dan pengawetan.[1] Umumnya, hewan yang dijadikan sumber air susu adalah sapi.[2] Air susu unta, kambing,domba, kuda, atau kerbau digunakan pada beberapa tipe keju lokal.[2]
Makanan ini dikenal di seluruh dunia, namun diduga pertama kali dikenal di daerah sekitar Timur Tengah. Meskipun tidak dapat dipastikan kapan keju pertama kali ditemukan, menurut legenda keju pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang pengembara dari Arab.[2]
Keju memiliki hampir semua kandungan nutrisi pada susu, seperti protein, vitamin, mineral, kalsium, dan fosfor namun juga lemak dankolesterol yang dapat menyebabkan masalah kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan.[3] Besaran kandungan lemak dalam keju tergantung pada jenis susu yang digunakan.[3] Keju yang dibuat dengan susu murni atau yang sudah ditambah dengan krim memiliki kandungan lemak, kolesterol dan kalori yang tinggi.[3] Keju sangat bermanfaat karena kaya akan protein, terutama bagi anak kecil karena mereka membutuhkan protein yang lebih banyak dibandingkan orang dewasa.[3]

Sekilas tentang sejarah keju, bisa anda baca di sini ya, penting sekali buat kita  apalagi untuk penggemar olahan keju untuk mengetahui jenis-jenis keju ada di sini. 




Last minute update ha...ha...kayak acara di telivisi, banyak sekali ide untuk membuat resep makanan dari keju. Justru itu membuat saya sempat bingung keinginan untuk membuat ini itu. Akhirnya saya bisa setoran juga walaupun didetik-detik terakhir event NCC Cheese Culinary Weeks. Rencana tinggal rencana keinginan setoran resep lebih dari satu tak terwujud karena banyak event yang ingin saya ikuti.

Terima kasih buat host NCC Cheese Culinary Weeks .yang telah menyelenggarakan event ini, yaitu Mbak Riri F Hassan pemilik blog kuwenyariri.blogspot.com dan Pantry Fun  dan co-host Bapak Soegianto pendiri dari jejaring sosial untuk berbagi pengalaman memasak yang asli Indonesia, dapurmasak.com, Mbak Lia Djoen pemilik blog dapurtetangga.blogspot.com, Mbak Cicilia Lusana Ariwibowo pemilik blog dapurvinto.blogspot.com, Marlian Masri pemilik blog tokoanakajaib.blogspot.com dan Pak Trie Haryanto adalah seorang cheesepreneur produk keju rumahan dengan brand Trie's Cheese. Salah satu produk andalannya adalah keju Mozarella yang tidak kalah lezatnya dengan keju sejenis dengan merk ternama.

Buat host dan para co-host so pasti repot ya tapi senang pastinya apalagi pesertanya begitu banyak. Terima kasih juga akhirnya saya bisa ikut serta event ini, dengan event ini bisa memberi semangat yang luar biasa, otak atik di dapur dan bisa mempersembahkan resep special yaitu “Bola-bola Kentang panggang Keju” semoga berkenan. Resepnya saya ambil dari Majalah Sedap, benar-benar menu yang ngeju banget. Menurut saya ini mirip dengan pastel kentang. Silahkan yang ingin mencoba hasilnya ngeju banget, gurih dan enak. Menu ini adalah termasuk favorit putri mungil saya dan suami. Ada cerita seru waktu sesi pemotretan, photonya agak gelap karena motretnya menjelang maghrib. Waktu proses pemotretan anak & suami saya sudah tidak sabar ingin menikmatinya, gara-gara wangi keju menyebar di seluruh ruangan di rumahku duh.....saya gak konsentrasi motretnya. Akhirnya hanya beberapa photo yang bisa saya ambil. Setelah itu, bola-bola kentang panggang keju ludes setengah pinggan. Wow....betapa happy-nya, semua ini karena keju. Seperti biasa putri saya makan dengan lahapnya dan malamnya tidur nyenyak karena kekenyangan. Setengah pinggan lagi masuk kulkas, esok pagi saya panasin dengan happy call sebagai menu sarapan. Akhirnya ludes dalam sekejap. Resep ada dibawah ini:

Bola-Bola Kentang Panggang Keju
Resep: Majalah Sedap
Untuk 8 porsi

Bahan-bahan:
  • 500 gram kentang, kukus, haluskan
  • ¾ sendok teh garam
  • ½ sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok teh pala bubuk


Bahan isi (aduk rata):
  • 100 gram daging giling
  • ½ sendok teh garam
  • ¼ sendok teh oregano kering
  • 1/8 sendok teh merica bubuk


 Bahan saus:
  • 3 sendok makan mentega tawar
  • ½ bawang bombay, cincang halus
  • 4 sendok makan tepung terigu
  • 400 ml susu cair
  • ¾ sendok teh garam
  • ¼ sendok teh merica bubuk
  • ½ sendok teh pala bubuk
  • 50 gram keju cheddar parut


 Taburan:
  • 50 gram keju mozzarella, parut kasar (saya pake keju quick melt)
Cara membuat:
  1. Campur kentang kukus, garam, merica dan pala. Aduk rata. Ambil setengah bagian. Tata di pinggan tahan panas ukuran diameter 20 cm. Setengah bagian lagi dibentuk bulat diisi dengan bahan isi. Tata diatasnya.
  2. Saus, panaskan mentega. Tumis bawang bombay hingga harum. Tambahkan tepung terigu sambil diaduk hingga menggumpal.
  3. Tuang susu sedikit-sedikit sambil diaduk sampai licin. Tambahkan garam, merica, pala dan keju. Aduk rata. Masak sampai meletup-letup.
  4. Tuang saus di atas kentang. Oven dengan api bawah suhu 170 derajat Celcius 20 menit sampai matang.
  5. Taburi keju mozzarella. Oven kembali 10 menit sampai keju meleleh.




Selamat mencoba. 
Challenge #1 YKMK
KUE CUCUR




Tema jajananan tradisional itu tak ada habisnya untuk dibahas banyak sekali jenisnya. Seandainya dijadiin buku wow….bisa berapa halaman ya. So pasti bukunya tebal sekali hihihi…tapi seru lho. Jajanan tradisional banyak yang mulai langka, kita sebaiknya ikut melestarikannya. Apalagi mencoba membuatnya pasti menyenangkan.

Setoran kedua Jajanan Pasar Tradisional Indonesia untuk YKMK saya tertarik dengan “Kue Cucur” yaitu jajanan masa kecil yang bentuknya mirip topi berenda dengan warna khasnya coklat dari gula merah dengan rasa yang legit, harumnya ada yang daun pandan, daun jeruk atau kayu manis. Saya lebih memilih harum kayu manis karena terasa legit dan hangat sesuai dengan musim penghujan sekarang ini. Tapi kembali lagi ke selera masing-masing ya.


Sepintas membuat kue cucur itu rumit ternyata setelah mencoba tidak serumit yang kita bayangkan. Bahannya sederhana yaitu tepung dan larutan gula. Kue cucur termasuk kue yang bersarang walaupun tanpa ragi. Pasti penasaran kok bisa ya? Menurut majalah Sedap yang saya baca “kue cucur yang bagus dan cantik, akan menggembung dibagian tengahnya seperti topi, berenda di sekeliling pinggirnya dan bersarang di dalamnya ketika kita sobek. Tanpa syarat itu, cucur belum sempurna sekalipun enak rasanya.”

Bahan untuk membuat kue cucur adalah:
-         Tepung beras yang dicampur dengan tepung terigu supaya hasilnya tidak keras.
-    Gula merah yang terbuat dari air kelapa ini yang membantu pembentukan sarang di dalam kue. Gula merah harus benar-benar cair, ketika dituang ke tepung sebaiknya hangat-hangat kuku. Cairan gula yang panas menyebabkan tepung akan matang dan tidak bisamenyerap. Begitu pula sebaliknya cairan gula yang dingin menyebabkan tepung mengendap di dasar adonan.

Pengadonan Kue cucur juga harus kita perhatikan. Sebaiknya adonan dikeplok atau dipukul-pukul tujuannya untuk memasukkan udara ke dalam adonan. Proses pengeplokan ini harus lama dan terus menerus yaitu 30 menit. Perlu digaris bawahin disini saya tanpa pengeplokan tetapi saya menggunakan mixer dengan kecepatan rendah selama 30 menit.

Saatnya pengistirahatan adonan minimal selama 40 menit. Disaat ini pula saya ikut istirahat menyuapin anak makan siang, bermain dan menidurkannya. Kurang lebih tiga jam adonan saya istirahatkan, untung saya tidak ikut tidur he…he…
Menjelang sore saatnya menggoreng adonan kue cucur. Nah ini dia yang menarik, jujur saja saya pernah sekali membuat cucur dan ternyata tidak secantik yang saya inginkan adonan bersarang membentuk renda tetapi tidak membentuk topi, mengapa? Ternyata oh ternyata wajan yang saya gunakan kurang cekung akhirnya saya ke pasar membeli wajan yang cekung tapi tidak terlalu tebal harganyapun murah meriah limabelas ribu rupiah saja bonus sutil hihihiii…..ini dia penampakannya dibawah ini.


Kesimpulannya harus menggunakan wajan yang cekung. Menggoreng cucur jangan menggunakan banyak minyak, saya menggunakan 4 sendok makan minyak dengan adonan kue cucur cukup satu sendok sayur. Minyak harus panas betul ketika adonan dituang sebaiknya kecilkan apinya lalu siram-siram adonan agar sarang terbentuk dan matang didalamnya. Pengalaman saya disini adonan mentah keluar dengan sendirinya dan tanpa saya tusuk dengan lidi. Kemudian kue cucur kita balik sebentar jangan terlalu lama karena akan menyebabkan pinggiran kue cucur mengeras. Setelah itu angkat dan tiriskan. Terbukti adonan cucur menyerap banyak minyak, sebaiknya ditiriskan lalu letakkan diatas kertas roti. Ketika menggoreng selanjutnya minyak didalam wajan berkurang. Tambahkan lagi hingga volumenya tetap seperti semula dan panaskan kembali.


Kue Cucur
Resep Majalah Sedap
Untuk 11 buah

Bahan :
  • 230 ml air
  • 125 gram gula merah
  • 2 lembar daun pandan (saya ganti dengan bubuk kayu manis secukupnya)
  • 125 gram tepung beras
  • 30 gram tepung terigu protein sedang
  • ¼ sendok teh garam
  • 2 sendok the gula pasir (tambahan dari saya)

Cara membuat:
  1. Didihkan air, gula merah dan daun pandan (bubuk kayu manis) sampai gula larut. Saring. Diamkan hingga hangat kuku.
  2. Campur tepung beras, tepung terigu dan garam. Tuang larutan gula sedikit-sedikit sambil diuleni. Setelah adonan kental, keplok-keplok 30 menit sambil terus dituangi larutan gula sedikit-sedikit sampai habis. Diamkan 40 menit. Versi saya Tuang larutan gula sekaligus lalu mixer dengan kecepatan rendah selama 30 menit sampai tercampur rata.
  3. Panaskan 4 sendok makan minyak dalam wajan cekung kecil. Tuang adonan cucur. Siram-siram dengan minyak panas sampai mengembang dan berserat.
  4. Tusuk bagian tengahnya dengan tusuk sate sambil diputar-putar sehingga adonan yang masih mentah keluar. Siram-siram sampai matang. Balik sebentar, Angkat.

Catatan:
  • Resep ini tanpa saya keplok tetapi saya menggunakan mixer dengan kecepatan rendah selama 30 menit.
  • Minyak jangan terlalu panas menyebakan adonan cepat mongering.
  • Saya menggunakan sendok sayur kecil hasilnya menjadi 18 buah.

Selamat mencoba dan menikmati d


Challenge #1 YKMK
KUE CUCUR




Tema jajananan tradisional itu tak ada habisnya untuk dibahas banyak sekali jenisnya. Seandainya dijadiin buku wow….bisa berapa halaman ya. So pasti bukunya tebal sekali hihihi…tapi seru lho. Jajanan tradisional banyak yang mulai langka, kita sebaiknya ikut melestarikannya. Apalagi mencoba membuatnya pasti menyenangkan.

Setoran kedua Jajanan Pasar Tradisional Indonesia untuk YKMK saya tertarik dengan “Kue Cucur” yaitu jajanan masa kecil yang bentuknya mirip topi berenda dengan warna khasnya coklat dari gula merah dengan rasa yang legit, harumnya ada yang daun pandan, daun jeruk atau kayu manis. Saya lebih memilih harum kayu manis karena terasa legit dan hangat sesuai dengan musim penghujan sekarang ini. Tapi kembali lagi ke selera masing-masing ya.


Sepintas membuat kue cucur itu rumit ternyata setelah mencoba tidak serumit yang kita bayangkan. Bahannya sederhana yaitu tepung dan larutan gula. Kue cucur termasuk kue yang bersarang walaupun tanpa ragi. Pasti penasaran kok bisa ya? Menurut majalah Sedap yang saya baca “kue cucur yang bagus dan cantik, akan menggembung dibagian tengahnya seperti topi, berenda di sekeliling pinggirnya dan bersarang di dalamnya ketika kita sobek. Tanpa syarat itu, cucur belum sempurna sekalipun enak rasanya.”

Bahan untuk membuat kue cucur adalah:
-         Tepung beras yang dicampur dengan tepung terigu supaya hasilnya tidak keras.
-    Gula merah yang terbuat dari air kelapa ini yang membantu pembentukan sarang di dalam kue. Gula merah harus benar-benar cair, ketika dituang ke tepung sebaiknya hangat-hangat kuku. Cairan gula yang panas menyebabkan tepung akan matang dan tidak bisamenyerap. Begitu pula sebaliknya cairan gula yang dingin menyebabkan tepung mengendap di dasar adonan.

Pengadonan Kue cucur juga harus kita perhatikan. Sebaiknya adonan dikeplok atau dipukul-pukul tujuannya untuk memasukkan udara ke dalam adonan. Proses pengeplokan ini harus lama dan terus menerus yaitu 30 menit. Perlu digaris bawahin disini saya tanpa pengeplokan tetapi saya menggunakan mixer dengan kecepatan rendah selama 30 menit.

Saatnya pengistirahatan adonan minimal selama 40 menit. Disaat ini pula saya ikut istirahat menyuapin anak makan siang, bermain dan menidurkannya. Kurang lebih tiga jam adonan saya istirahatkan, untung saya tidak ikut tidur he…he…
Menjelang sore saatnya menggoreng adonan kue cucur. Nah ini dia yang menarik, jujur saja saya pernah sekali membuat cucur dan ternyata tidak secantik yang saya inginkan adonan bersarang membentuk renda tetapi tidak membentuk topi, mengapa? Ternyata oh ternyata wajan yang saya gunakan kurang cekung akhirnya saya ke pasar membeli wajan yang cekung tapi tidak terlalu tebal harganyapun murah meriah limabelas ribu rupiah saja bonus sutil hihihiii…..ini dia penampakannya dibawah ini.


Kesimpulannya harus menggunakan wajan yang cekung. Menggoreng cucur jangan menggunakan banyak minyak, saya menggunakan 4 sendok makan minyak dengan adonan kue cucur cukup satu sendok sayur. Minyak harus panas betul ketika adonan dituang sebaiknya kecilkan apinya lalu siram-siram adonan agar sarang terbentuk dan matang didalamnya. Pengalaman saya disini adonan mentah keluar dengan sendirinya dan tanpa saya tusuk dengan lidi. Kemudian kue cucur kita balik sebentar jangan terlalu lama karena akan menyebabkan pinggiran kue cucur mengeras. Setelah itu angkat dan tiriskan. Terbukti adonan cucur menyerap banyak minyak, sebaiknya ditiriskan lalu letakkan diatas kertas roti. Ketika menggoreng selanjutnya minyak didalam wajan berkurang. Tambahkan lagi hingga volumenya tetap seperti semula dan panaskan kembali.


Kue Cucur
Resep Majalah Sedap
Untuk 11 buah

Bahan :
  • 230 ml air
  • 125 gram gula merah
  • 2 lembar daun pandan (saya ganti dengan bubuk kayu manis secukupnya)
  • 125 gram tepung beras
  • 30 gram tepung terigu protein sedang
  • ¼ sendok teh garam
  • 2 sendok the gula pasir (tambahan dari saya)

Cara membuat:
  1. Didihkan air, gula merah dan daun pandan (bubuk kayu manis) sampai gula larut. Saring. Diamkan hingga hangat kuku.
  2. Campur tepung beras, tepung terigu dan garam. Tuang larutan gula sedikit-sedikit sambil diuleni. Setelah adonan kental, keplok-keplok 30 menit sambil terus dituangi larutan gula sedikit-sedikit sampai habis. Diamkan 40 menit. Versi saya Tuang larutan gula sekaligus lalu mixer dengan kecepatan rendah selama 30 menit sampai tercampur rata.
  3. Panaskan 4 sendok makan minyak dalam wajan cekung kecil. Tuang adonan cucur. Siram-siram dengan minyak panas sampai mengembang dan berserat.
  4. Tusuk bagian tengahnya dengan tusuk sate sambil diputar-putar sehingga adonan yang masih mentah keluar. Siram-siram sampai matang. Balik sebentar, Angkat.

Catatan:
  • Resep ini tanpa saya keplok tetapi saya menggunakan mixer dengan kecepatan rendah selama 30 menit.
  • Minyak jangan terlalu panas menyebakan adonan cepat mongering.
  • Saya menggunakan sendok sayur kecil hasilnya menjadi 18 buah.

Selamat mencoba dan menikmati d


Challenge #1 YKMK
PERAPE
(Banjarmasin)



Dalam rangka memeriahkan berdirinya Your Kitchen My Kitchen (YKMK), mengadakan tantangan yang pertama kali yaitu Challenge #1 YKMK dengan tema “Jajanan Pasar Tradisional Indonesia”. Good Luck YKMK…….and special thanks for Lynda Maitimu Timman sebagai pendiri dari YKMK, akhirnya saya menjadi member YKMK, senang rasanya.

Wahhhh…..siapa saja pasti suka jajanan apalagi jajanan tradisional yang beraneka ragam jenisnya dari Sabang sampai Merauke. Biasanya di Jakarta lebih dikenal dengan kue subuh, kue atau jajanan yang selalu tersedia di pagi hari.

Saya sebagai Bangsa Indonesia sangat bangga bisa membuat aneka jajanan tradisional Indonesia, dengan aneka bahan pangan yang ada di negeri ini. Jajanan tradisional mempunyai cita rasa, kreasi yang unik di setiap daerah. Salah satu jajanan yang menarik yang sudah lama ingin saya buat adalah Perape, yaitu jajanan khas Banjarmasin Kalimantan Selatan yang berbentuk buah pare atau paria yang kulitnya terbuat dari tepung ketan dan isinya kelapa parut dengan gula merah atau sering disebut unti, biasanya berwarna hijau daun suji dan harum daun pandan. Biasanya Perape disebut wadai pare khas Banjar atau kue pare.

Saya tertarik membuat Perape karena bentuknya yang unik dan enak pastinya, apalagi dengan tepung ketan dengan tambahan santan. Sebelum penyajian sebaiknya kita oles dengan santan terlebih dahulu, terbayang kan gurih berpadu dengan legitnya unti. Sebenarnya di daerah saya Jawa Tengah kue ini seperti kue Bugis tetapi bentuknya berbeda.

Kue perape ini resepnya saya ambil dari Majalah langganan saya yaitu Majalah Sedap. Sudah tiga kali saya membuat Perape karena semua suka dengan kue ini.




Perape
Resep Majalah Sedap
Untuk 26 buah

Bahan :
  • 250 gram tepung ketan
  • 1 sendok makan air kapur sirih
  • ¼ sendok teh garam
  • 175 ml santan kental dari ½ butir kelapa
  • 50 ml air daun suji, dari 30 lembar daun suji ditumbuk bersama 50 ml air
  • 4 tetes pewarna hijau tua (saya skip)

Bahan isi:
  • 50 ml air
  • 75 gram gula merah, sisir halus,
  • 15 gram gula pasir
  • 100 gram kelapa setengah tua, parut kasar
  • 1 lembar daun pandan, ikat
  • 1/8 sendok teh garam

Bahan olesan, aduk rata, didihkan:
  • 50 ml santan kental dari ¼ kelapa
  • 1/8 sendok teh garam

Cara membuat:
  1. Kulit, aduk tepung ketan, air kapur dan garam. Masukkan campuran santan, air daun suji dan pewarna bila pake. Uleni sampai rata.
  2. Rebus air, gula merah dan gula pasir. Saring.
  3. Rebus kembali air gula, tambahkan kelapa, daun pandan dan garam. Aduk sampai matang dan angkat.
  4. Ambil satu sendok makan adonan kulit, pipihkan. Tambahkan isi. Bentuk lonjong. Buat guratan-guratan hingga membentuk seperti paria.
  5. Oleskan bagian atas kue dengan bahan olesan. Alasi daun pisang. Kukus di dalam pengukus yang sudah dipanaskan 10 menit. Sambil dibuka tutup pancinya. Sebelum disajikan, oles lagi dengan santan.

Catatan:
  • Unti saya buat sebelumnya.
  • Untuk pewarna hijau saya gunakan 30 lembar daun suji ditambah 3 lembar daun pandan saya blender dengan air lalu saring.
  • Air kapur saya ambil dari rendaman air kapur sirih yang bagian atasnya, endapannya jangan digunakan.
  • Saya menggunakan 175 santan hangat, langsung saya campur dengan tepung ketan.
  • Setelah adonan kalis segera tutup dengan plastik wrap, agar tidak cepat kering selama membentuk adonan.
  • Adonan kulit saya ambil 15 gram, jadi untuk resep ini menjadi 32 buah. Besarnya bentuk sesuai selera. Menurut resep menjadi 26 buah.
  • Untuk membuat guratan-guratan saya menggunakan garpu.
  • Setelah adonan matang dan dingin sebaiknya disimpan di dalam wadah kedap udara, sehingga kue perape tidak cepat mengeras.


Selamat mencoba dan menikmati d


Challenge #1 YKMK
PERAPE
(Banjarmasin)



Dalam rangka memeriahkan berdirinya Your Kitchen My Kitchen (YKMK), mengadakan tantangan yang pertama kali yaitu Challenge #1 YKMK dengan tema “Jajanan Pasar Tradisional Indonesia”. Good Luck YKMK…….and special thanks for Lynda Maitimu Timman sebagai pendiri dari YKMK, akhirnya saya menjadi member YKMK, senang rasanya.

Wahhhh…..siapa saja pasti suka jajanan apalagi jajanan tradisional yang beraneka ragam jenisnya dari Sabang sampai Merauke. Biasanya di Jakarta lebih dikenal dengan kue subuh, kue atau jajanan yang selalu tersedia di pagi hari.

Saya sebagai Bangsa Indonesia sangat bangga bisa membuat aneka jajanan tradisional Indonesia, dengan aneka bahan pangan yang ada di negeri ini. Jajanan tradisional mempunyai cita rasa, kreasi yang unik di setiap daerah. Salah satu jajanan yang menarik yang sudah lama ingin saya buat adalah Perape, yaitu jajanan khas Banjarmasin Kalimantan Selatan yang berbentuk buah pare atau paria yang kulitnya terbuat dari tepung ketan dan isinya kelapa parut dengan gula merah atau sering disebut unti, biasanya berwarna hijau daun suji dan harum daun pandan. Biasanya Perape disebut wadai pare khas Banjar atau kue pare.

Saya tertarik membuat Perape karena bentuknya yang unik dan enak pastinya, apalagi dengan tepung ketan dengan tambahan santan. Sebelum penyajian sebaiknya kita oles dengan santan terlebih dahulu, terbayang kan gurih berpadu dengan legitnya unti. Sebenarnya di daerah saya Jawa Tengah kue ini seperti kue Bugis tetapi bentuknya berbeda.

Kue perape ini resepnya saya ambil dari Majalah langganan saya yaitu Majalah Sedap. Sudah tiga kali saya membuat Perape karena semua suka dengan kue ini.




Perape
Resep Majalah Sedap
Untuk 26 buah

Bahan :
  • 250 gram tepung ketan
  • 1 sendok makan air kapur sirih
  • ¼ sendok teh garam
  • 175 ml santan kental dari ½ butir kelapa
  • 50 ml air daun suji, dari 30 lembar daun suji ditumbuk bersama 50 ml air
  • 4 tetes pewarna hijau tua (saya skip)

Bahan isi:
  • 50 ml air
  • 75 gram gula merah, sisir halus,
  • 15 gram gula pasir
  • 100 gram kelapa setengah tua, parut kasar
  • 1 lembar daun pandan, ikat
  • 1/8 sendok teh garam

Bahan olesan, aduk rata, didihkan:
  • 50 ml santan kental dari ¼ kelapa
  • 1/8 sendok teh garam

Cara membuat:
  1. Kulit, aduk tepung ketan, air kapur dan garam. Masukkan campuran santan, air daun suji dan pewarna bila pake. Uleni sampai rata.
  2. Rebus air, gula merah dan gula pasir. Saring.
  3. Rebus kembali air gula, tambahkan kelapa, daun pandan dan garam. Aduk sampai matang dan angkat.
  4. Ambil satu sendok makan adonan kulit, pipihkan. Tambahkan isi. Bentuk lonjong. Buat guratan-guratan hingga membentuk seperti paria.
  5. Oleskan bagian atas kue dengan bahan olesan. Alasi daun pisang. Kukus di dalam pengukus yang sudah dipanaskan 10 menit. Sambil dibuka tutup pancinya. Sebelum disajikan, oles lagi dengan santan.

Catatan:
  • Unti saya buat sebelumnya.
  • Untuk pewarna hijau saya gunakan 30 lembar daun suji ditambah 3 lembar daun pandan saya blender dengan air lalu saring.
  • Air kapur saya ambil dari rendaman air kapur sirih yang bagian atasnya, endapannya jangan digunakan.
  • Saya menggunakan 175 santan hangat, langsung saya campur dengan tepung ketan.
  • Setelah adonan kalis segera tutup dengan plastik wrap, agar tidak cepat kering selama membentuk adonan.
  • Adonan kulit saya ambil 15 gram, jadi untuk resep ini menjadi 32 buah. Besarnya bentuk sesuai selera. Menurut resep menjadi 26 buah.
  • Untuk membuat guratan-guratan saya menggunakan garpu.
  • Setelah adonan matang dan dingin sebaiknya disimpan di dalam wadah kedap udara, sehingga kue perape tidak cepat mengeras.


Selamat mencoba dan menikmati d


NASI BRONGKOS
(Jawa Tengah)
idfb Challenge #14


Beras adalah bahan pangan pokok masyarakat Indonesia. Idfb challenge #14 ini sungguh menarik yaitu tantangan membuat resep dan makanan berbahan dasar beras yang bekerja sama dengan merek dagang dan pemasok beras organik yaitu PURE GREEN. Beras ini baik untuk kesehatan karena PUREGREEN Organic Rice adalah beras 100% Organik bebas kimia dan pestisida yang sangat sehat dikonsumsi oleh seluruh keluarga. Sejak diluncurkan tahun 2009 PUREGREEN mendapat respon yang luar biasa dari konsumennya. Dan hingga kini PUREGREEN tetap berupaya mempersembahkan beras yang terbaik untuk kesehatan keluarga Anda. Untuk lebih jelasnya bisa langsung ke PURE GREEN Organic Rice



Spesial untuk tantangan idfb challenge #14, saya membuat makanan khas Jawa Tengah yaitu Nasi Brongkos dengan menggunakan bahan beras pandan wangi (Fragrance Rice) PURE GREEN. Beras Organik Pandan Wangi PUREGREEN memiliki aroma khas pandan yang didapat secara alami, bukan hasil penyemprotan pewangi sintestis yang banyak ditemukan di beras-beras lainnya. Dengan metode yang alami serta lingkungan yang mendukung menjadikan Beras Organik Pandan Wangi PUREGREEN memiliki aroma yang sangat harum dan pulen.

Keunggulan lain dari Beras Organik Pandan Wangi PUREGREEN :
- Kandungan nutrisi dan mineral yang tinggi
- Kandungan karbohidrat dan glukosa yang mudah terurai
- Aman untuk penderita diabetes.
- Sangat baik untuk pertumbuhan anak.


Untuk pelengkap Nasi Brongkos saya variasikan sendiri yaitu kerupuk udang, acar nanas, sambal goreng hati ampela ayam, irisan timun dan semur telur. Perpaduan beras pandan wangi PURE GREEN yang pulen berpadu dengan keluak, gurihnya santan, cabai dan kunyit Rasanya sungguh istimewa, unik dan sehat. Apalagi kita santap dengan pelengkapnya wah…..mantap.

Saya memilih resep Nasi Brongkos karena makanan tradisional Jawa Tengah ini sudah mulai langka, mungkin belum sepopuler nasi uduk, nasi goreng, nasi liwet, nasi tutug oncom, nasi timbel padahal rasa nasi brongkos tidak kalah enak  dengan nasi-nasi yang lain lho.
Nasi brongkos ciri khasnya berwarna hitam yang berasal dari biji keluwak/kluwek/pucung/picung/kepayang dan penggunaan bumbu-bumbu yang lain sehingga harumnya membuat saya ingin segera menyantapnya untuk makan siang.

Salah satu keunggulan rasa gurih beras pandan wangi PURE GREEN ternyata terbukti setelah saya mencoba untuk resep ini. Silahkan yang ingin mencoba  beras PURE GREEN bisa kita dapatkan di Hero, Lotte Mart dan supermarket yang lain lebih mudahnya lagi apabila anda tinggal di sekitar Jakarta bisa home delivery lho.

Setelah mendapatkan beras PURE GREEN, kita dapat mencoba aneka resep salah satunya resep dibawah ini.


Nasi Brongkos
Modifikasi resep Maya Efendy

Bahan:
  • 400 gram beras pandan wangi PURE GREEN 
  • 600 ml santan dari 1 butir kelapa
  • 1 sendok teh asam jawa tambahkan 50 ml air, ambil airnya 2 sendok teh
  • 3 batang serai, dimemarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 5 buah keluak, ambil isinya
  • 200 ml air panas untuk merendam keluak
  • 3 sendok makan minyak untuk menumis
Bumbu halus:
  • 8 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 2 buah cabai merah
  • 2 sendok teh ketumbar
  • 2 ½ sendok teh garam

Pelengkap:
  • Kerupuk udang goreng
  • Irisan timun
  • Cabe untuk hiasan
  • Semur telur
  • Sambal goreng hati ayam
  • Acar Nanas
Cara membuat:
  1. Kukus beras sebentar.
  2. Rendam keluak dengan air panas, diamkan 15 menit. Haluskan.
  3. Tambahkan bumbu halus. Aduk rata.
  4. Panaskan minyak. Tumis campuran bumbu halus, daun salam, dan serai sampai harum. Tambahkan beras kukus. Aduk rata. Tuang santan. Rebus sampai terserap. Tambahkan air asam, aduk rata.
  5. Kukus 45 menit di atas api sedang sampai matang.
  6. Sajikan dengan pelengkap.

Semur Telur

Bahan-bahan:
  • 4 butir telur rebus, kupas
  • Kecap secukupnya
  • Gula merah secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Minyak secukupnya
 Bumbu iris:
  • 3 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
Cara membuat:
  1. Tumis bumbu iris sampai harum dan matang lalu tambahkan kecap dan gula.
  2. Aduk rata. Tambahkan air secukupnya. Tambahkan garam. 
  3. Masukkan telur.Masak sampai bumbu meresap, mengental dan telur menjadi coklat.
  4. Angkat dan siap menjadi hidangan pelengkap.

Sambal Goreng Hati Ayam

Bahan-bahan:
  • 10 Hati ampela ayam ( cuci bersih, tambah air jeruk nipis diam kan sebentar,lalu rebus dengan lengkuas, garam secukupnya, daun salam lalu tiriskan, potong-potong ).
  • 2 buah Wortel potong dadu
  • 3 Cabe merah besar buang bijinya iris tipis memanjang
  • 400 ml santan kental dar1 ½ butir kelapa
  • Minyak untuk menumis
Bumbu halus:
  • 10 cabe merah besar buang bijinya ( pengen pedes bisa tambah cabe keriting)
  • 8 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • ½ sdt terasi bakar
Bumbu tambahan :
  • 2 batang sere geprek
  • 2 lembar daun jeruk
  • 2 lembar daun salam
  • 1 ruas lengkuas geprek
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya
Cara memasak:
  1. Rebus santan kental sampai mendidih, sisihkan.
  2. Goreng wortel setengah mateng angkat tiriskan, goreng irisan cabe merah sampai layu angkat tiriskan, goreng potongan hati ampela sebentar lalu tiriskan.
  3. Tumis bumbu halus dengan minyak secukupnya masukkan bumbu tambahan masak dengan api sedang sampai matang dan berminyak.
  4. Setelah matang masukkan santan, aduk-aduk, tambahkan garam & gula, masukkan hati ampela yg sudah digoreng sampai menyerap dan mengental.
  5. Masukkan wortel dan cabe iris. Aduk-aduk sebentar.
  6. Siap dihidangkan.
Acar Nanas

Bahan-bahan:
  • 1 buah nanas kupas bersih rendam dengan air garam, potong dadu.
  • 1 buah cabe merah besar potong-potong
  • 1 buah cabe hijau besar potong-potong
  • 1 buah tomat potong-potong dadu
  • Minyak untuk menumis
  • Daun salam koja secukupnya
  • Daun salam
  • Lengkuas 
Bumbu halus:
  • 5 butir kemiri sangrai
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • ½ sendok teh merica butiran
  • 2 ruas kunyit sangrai
  • Gula pasir secukupnya
  • Garam secukupnya
Bumbu iris:
  • 4 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
 Cara membuat:
  1. Tumis bumbu iris dengan minyak sampai harum, tambahkan bumbu halus, daun salam dan lengkuas tambahkan air sedikit. Tambahkan garam dan gula. 
  2. Masak sampai bumbu matang, tambahkan nanas, cabe hijau iris, cabe merah iris, tomat, masak sampai layu. 
  3. Tambahkan salam koja. Masak sampai bumbu meresap dan mengental.
  4. Angkat dan siap untuk hidangan pelengkap.
Cara penyajiannya:
Siapkan piring atau tempat yang dialasi dengan daun pisang,
Cetak nasi brongkos, bentuk sesuai selera. Letakkan di atas daun pisang.
Tata dengan hidangan pelengkapnya dan tambahkan garnis.
Sajikan dan selamat menikmati.



Selamat mencoba dan menikmati d
NASI BRONGKOS
(Jawa Tengah)
idfb Challenge #14


Beras adalah bahan pangan pokok masyarakat Indonesia. Idfb challenge #14 ini sungguh menarik yaitu tantangan membuat resep dan makanan berbahan dasar beras yang bekerja sama dengan merek dagang dan pemasok beras organik yaitu PURE GREEN. Beras ini baik untuk kesehatan karena PUREGREEN Organic Rice adalah beras 100% Organik bebas kimia dan pestisida yang sangat sehat dikonsumsi oleh seluruh keluarga. Sejak diluncurkan tahun 2009 PUREGREEN mendapat respon yang luar biasa dari konsumennya. Dan hingga kini PUREGREEN tetap berupaya mempersembahkan beras yang terbaik untuk kesehatan keluarga Anda. Untuk lebih jelasnya bisa langsung ke PURE GREEN Organic Rice



Spesial untuk tantangan idfb challenge #14, saya membuat makanan khas Jawa Tengah yaitu Nasi Brongkos dengan menggunakan bahan beras pandan wangi (Fragrance Rice) PURE GREEN. Beras Organik Pandan Wangi PUREGREEN memiliki aroma khas pandan yang didapat secara alami, bukan hasil penyemprotan pewangi sintestis yang banyak ditemukan di beras-beras lainnya. Dengan metode yang alami serta lingkungan yang mendukung menjadikan Beras Organik Pandan Wangi PUREGREEN memiliki aroma yang sangat harum dan pulen.

Keunggulan lain dari Beras Organik Pandan Wangi PUREGREEN :
- Kandungan nutrisi dan mineral yang tinggi
- Kandungan karbohidrat dan glukosa yang mudah terurai
- Aman untuk penderita diabetes.
- Sangat baik untuk pertumbuhan anak.


Untuk pelengkap Nasi Brongkos saya variasikan sendiri yaitu kerupuk udang, acar nanas, sambal goreng hati ampela ayam, irisan timun dan semur telur. Perpaduan beras pandan wangi PURE GREEN yang pulen berpadu dengan keluak, gurihnya santan, cabai dan kunyit Rasanya sungguh istimewa, unik dan sehat. Apalagi kita santap dengan pelengkapnya wah…..mantap.

Saya memilih resep Nasi Brongkos karena makanan tradisional Jawa Tengah ini sudah mulai langka, mungkin belum sepopuler nasi uduk, nasi goreng, nasi liwet, nasi tutug oncom, nasi timbel padahal rasa nasi brongkos tidak kalah enak  dengan nasi-nasi yang lain lho.
Nasi brongkos ciri khasnya berwarna hitam yang berasal dari biji keluwak/kluwek/pucung/picung/kepayang dan penggunaan bumbu-bumbu yang lain sehingga harumnya membuat saya ingin segera menyantapnya untuk makan siang.

Salah satu keunggulan rasa gurih beras pandan wangi PURE GREEN ternyata terbukti setelah saya mencoba untuk resep ini. Silahkan yang ingin mencoba  beras PURE GREEN bisa kita dapatkan di Hero, Lotte Mart dan supermarket yang lain lebih mudahnya lagi apabila anda tinggal di sekitar Jakarta bisa home delivery lho.

Setelah mendapatkan beras PURE GREEN, kita dapat mencoba aneka resep salah satunya resep dibawah ini.


Nasi Brongkos
Modifikasi resep Maya Efendy

Bahan:
  • 400 gram beras pandan wangi PURE GREEN 
  • 600 ml santan dari 1 butir kelapa
  • 1 sendok teh asam jawa tambahkan 50 ml air, ambil airnya 2 sendok teh
  • 3 batang serai, dimemarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 5 buah keluak, ambil isinya
  • 200 ml air panas untuk merendam keluak
  • 3 sendok makan minyak untuk menumis
Bumbu halus:
  • 8 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 2 buah cabai merah
  • 2 sendok teh ketumbar
  • 2 ½ sendok teh garam

Pelengkap:
  • Kerupuk udang goreng
  • Irisan timun
  • Cabe untuk hiasan
  • Semur telur
  • Sambal goreng hati ayam
  • Acar Nanas
Cara membuat:
  1. Kukus beras sebentar.
  2. Rendam keluak dengan air panas, diamkan 15 menit. Haluskan.
  3. Tambahkan bumbu halus. Aduk rata.
  4. Panaskan minyak. Tumis campuran bumbu halus, daun salam, dan serai sampai harum. Tambahkan beras kukus. Aduk rata. Tuang santan. Rebus sampai terserap. Tambahkan air asam, aduk rata.
  5. Kukus 45 menit di atas api sedang sampai matang.
  6. Sajikan dengan pelengkap.

Semur Telur

Bahan-bahan:
  • 4 butir telur rebus, kupas
  • Kecap secukupnya
  • Gula merah secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Minyak secukupnya
 Bumbu iris:
  • 3 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
Cara membuat:
  1. Tumis bumbu iris sampai harum dan matang lalu tambahkan kecap dan gula.
  2. Aduk rata. Tambahkan air secukupnya. Tambahkan garam. 
  3. Masukkan telur.Masak sampai bumbu meresap, mengental dan telur menjadi coklat.
  4. Angkat dan siap menjadi hidangan pelengkap.

Sambal Goreng Hati Ayam

Bahan-bahan:
  • 10 Hati ampela ayam ( cuci bersih, tambah air jeruk nipis diam kan sebentar,lalu rebus dengan lengkuas, garam secukupnya, daun salam lalu tiriskan, potong-potong ).
  • 2 buah Wortel potong dadu
  • 3 Cabe merah besar buang bijinya iris tipis memanjang
  • 400 ml santan kental dar1 ½ butir kelapa
  • Minyak untuk menumis
Bumbu halus:
  • 10 cabe merah besar buang bijinya ( pengen pedes bisa tambah cabe keriting)
  • 8 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • ½ sdt terasi bakar
Bumbu tambahan :
  • 2 batang sere geprek
  • 2 lembar daun jeruk
  • 2 lembar daun salam
  • 1 ruas lengkuas geprek
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya
Cara memasak:
  1. Rebus santan kental sampai mendidih, sisihkan.
  2. Goreng wortel setengah mateng angkat tiriskan, goreng irisan cabe merah sampai layu angkat tiriskan, goreng potongan hati ampela sebentar lalu tiriskan.
  3. Tumis bumbu halus dengan minyak secukupnya masukkan bumbu tambahan masak dengan api sedang sampai matang dan berminyak.
  4. Setelah matang masukkan santan, aduk-aduk, tambahkan garam & gula, masukkan hati ampela yg sudah digoreng sampai menyerap dan mengental.
  5. Masukkan wortel dan cabe iris. Aduk-aduk sebentar.
  6. Siap dihidangkan.
Acar Nanas

Bahan-bahan:
  • 1 buah nanas kupas bersih rendam dengan air garam, potong dadu.
  • 1 buah cabe merah besar potong-potong
  • 1 buah cabe hijau besar potong-potong
  • 1 buah tomat potong-potong dadu
  • Minyak untuk menumis
  • Daun salam koja secukupnya
  • Daun salam
  • Lengkuas 
Bumbu halus:
  • 5 butir kemiri sangrai
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • ½ sendok teh merica butiran
  • 2 ruas kunyit sangrai
  • Gula pasir secukupnya
  • Garam secukupnya
Bumbu iris:
  • 4 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
 Cara membuat:
  1. Tumis bumbu iris dengan minyak sampai harum, tambahkan bumbu halus, daun salam dan lengkuas tambahkan air sedikit. Tambahkan garam dan gula. 
  2. Masak sampai bumbu matang, tambahkan nanas, cabe hijau iris, cabe merah iris, tomat, masak sampai layu. 
  3. Tambahkan salam koja. Masak sampai bumbu meresap dan mengental.
  4. Angkat dan siap untuk hidangan pelengkap.
Cara penyajiannya:
Siapkan piring atau tempat yang dialasi dengan daun pisang,
Cetak nasi brongkos, bentuk sesuai selera. Letakkan di atas daun pisang.
Tata dengan hidangan pelengkapnya dan tambahkan garnis.
Sajikan dan selamat menikmati.



Selamat mencoba dan menikmati d
BUBUR MUTIARA


Di kala hujan, ada sebungkus sagu mutiara di lemari dapur saya. Teringat bubur yang legit dengan siraman saus santan yang gurih. Salah satu bubur tradisional Indonesia yang sering menjadi santapan yang nikmat. Biasanya sering kita jumpai pada bulan Ramadhan. Mendengar gemericik air hujan di luar sana, tak ada salahnya membuat santapan bubur mutiara ini. Akhirnya saya beranjak ke dapur mencari kehangatan dan menyiapkan keinginan yang tak bisa terbendung. Menyalakan api, mendidihkan air dengan sejumput garam dan daun pandan. Aroma yang sangat menggoda, saatnya menuangkan segenggam sagu mutiara, menantinya sambil sesekali mengaduk dan saya memeluk si putri mungil, mengajaknya bermain sambil bernyanyi. Sungguh mensyukuri nikmat Allah yang luar biasa.


Tak terasa bubur mutiara siap disajikan dengan saus santan yang sebelumnya sudah saya siapkan. Putri mungilku sekali menyicip, lalu menyicip lagi dan akhirnya menikmati dengan lahapnya, ternyata dia doyan. Setelah kekenyangan akhirnya terlelap. Saatnya untuk pemotretan, sungguh menyenangkan.

Cara pembuatan bubur mutiara simple hanya proses merebusnya agak lama kurang lebih satu jam. Untuk resep ada di bawah ini, jumlah gula dan kekentalan saus menyesuaikan selera masing-masing.




Selamat mencoba dan menikmati d


BUBUR MUTIARA


Di kala hujan, ada sebungkus sagu mutiara di lemari dapur saya. Teringat bubur yang legit dengan siraman saus santan yang gurih. Salah satu bubur tradisional Indonesia yang sering menjadi santapan yang nikmat. Biasanya sering kita jumpai pada bulan Ramadhan. Mendengar gemericik air hujan di luar sana, tak ada salahnya membuat santapan bubur mutiara ini. Akhirnya saya beranjak ke dapur mencari kehangatan dan menyiapkan keinginan yang tak bisa terbendung. Menyalakan api, mendidihkan air dengan sejumput garam dan daun pandan. Aroma yang sangat menggoda, saatnya menuangkan segenggam sagu mutiara, menantinya sambil sesekali mengaduk dan saya memeluk si putri mungil, mengajaknya bermain sambil bernyanyi. Sungguh mensyukuri nikmat Allah yang luar biasa.


Tak terasa bubur mutiara siap disajikan dengan saus santan yang sebelumnya sudah saya siapkan. Putri mungilku sekali menyicip, lalu menyicip lagi dan akhirnya menikmati dengan lahapnya, ternyata dia doyan. Setelah kekenyangan akhirnya terlelap. Saatnya untuk pemotretan, sungguh menyenangkan.

Cara pembuatan bubur mutiara simple hanya proses merebusnya agak lama kurang lebih satu jam. Untuk resep ada di bawah ini, jumlah gula dan kekentalan saus menyesuaikan selera masing-masing.




Selamat mencoba dan menikmati d


Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]

Banyak di Baca