RUJAK CACAH KWENI

    Dalam rangka memeriahkan idfb Challenge #8 : RUJAK, Indonesian Foodblogger, Facebook dengan logo yang keren ini, saya akhirnya menentukanan membuat Rujak Cacah Kweni, dengan resep warisan keluarga.

 

   Mendengar kata rujak, pasti langsung terbayang kesegarannya hm….hm….Ternyata rujak itu banyak ragamnya ada rujak colet, colek atau cocol, rujak serut, gobet, rujak pengantin, rujak cingur dan masih banyak lagi. Dalam rangka idfb challenge saya membuat rujak khas dari keluarga saya yang berada di Pekalongan yaitu rujak cacah kweni biasanya bahannya dari mangga bawang atau bacang yang bentuknya bulat dan baunya harum. Berhubung di Cibubur bacang termasuk jenis mangga yang langka, akhirnya saya menemukan mangga kweni di Fresh Market Kota Wisata.
    Akhirnya dapurku harum mangga kweni, pengen segera menikmatinya. Yuk…..segera bikin rujak yang segar dan pedas. Resepnya dari Alm. Bunda tercinta.




Rujak Cacah Kweni
Resep: Keluarga Boedjang Rasad

Bahan:
3 buah mangga kweni
200 gram gula merah
100 gram gula pasir
1 liter air

 Bahan sambal ditumbuk kasar:
4 buah cabai merah keriting
1 butir bawang merah
½ sdt garam
½ sdt terasi bakar

Cara membuat:
  • Kupas mangga kweni, cuci bersih lalu dicacah dan bijinya jangan dibuang, sisihkan
  • Rebus air, gula merah dan gula pasir sampai larut dan mendidih, saring.
  • Masukkan sambal tumbuk kasar tadi ke dalam air gula yg sudah disaring, lalu rebus kembali sampai mendidih. Matikan api.
  • Masukkan cacahan mangga kweni dengan bijinya, aduk rata. Dinginkan semalam.
  • Sajikan .




      Rujak cacah kweni ini cocok sekali disajikan pada siang hari dalam keadaan dingin. Seandainya kurang pedas bisa ditambahkan cabe rawit merah atau jumlahnya sesuai selera, gula juga disesuaikan dengan selera. Berhubung saya dan suami tidak suka terlalu pedas resepnya menyesuaikan selera keluarga saya. Cara membuat rujak ini simple. Hasilnya juga sebagai obyek photo belajar low light Food Photography. Penasaran nungguin sore hari baru deh motret. Semoga hasil photonya berkenan, namanya juga masih belajar he...he....


Selamat mencoba.


RUJAK CACAH KWENI

    Dalam rangka memeriahkan idfb Challenge #8 : RUJAK, Indonesian Foodblogger, Facebook dengan logo yang keren ini, saya akhirnya menentukanan membuat Rujak Cacah Kweni, dengan resep warisan keluarga.

 

   Mendengar kata rujak, pasti langsung terbayang kesegarannya hm….hm….Ternyata rujak itu banyak ragamnya ada rujak colet, colek atau cocol, rujak serut, gobet, rujak pengantin, rujak cingur dan masih banyak lagi. Dalam rangka idfb challenge saya membuat rujak khas dari keluarga saya yang berada di Pekalongan yaitu rujak cacah kweni biasanya bahannya dari mangga bawang atau bacang yang bentuknya bulat dan baunya harum. Berhubung di Cibubur bacang termasuk jenis mangga yang langka, akhirnya saya menemukan mangga kweni di Fresh Market Kota Wisata.
    Akhirnya dapurku harum mangga kweni, pengen segera menikmatinya. Yuk…..segera bikin rujak yang segar dan pedas. Resepnya dari Alm. Bunda tercinta.




Rujak Cacah Kweni
Resep: Keluarga Boedjang Rasad

Bahan:
3 buah mangga kweni
200 gram gula merah
100 gram gula pasir
1 liter air

 Bahan sambal ditumbuk kasar:
4 buah cabai merah keriting
1 butir bawang merah
½ sdt garam
½ sdt terasi bakar

Cara membuat:
  • Kupas mangga kweni, cuci bersih lalu dicacah dan bijinya jangan dibuang, sisihkan
  • Rebus air, gula merah dan gula pasir sampai larut dan mendidih, saring.
  • Masukkan sambal tumbuk kasar tadi ke dalam air gula yg sudah disaring, lalu rebus kembali sampai mendidih. Matikan api.
  • Masukkan cacahan mangga kweni dengan bijinya, aduk rata. Dinginkan semalam.
  • Sajikan .




      Rujak cacah kweni ini cocok sekali disajikan pada siang hari dalam keadaan dingin. Seandainya kurang pedas bisa ditambahkan cabe rawit merah atau jumlahnya sesuai selera, gula juga disesuaikan dengan selera. Berhubung saya dan suami tidak suka terlalu pedas resepnya menyesuaikan selera keluarga saya. Cara membuat rujak ini simple. Hasilnya juga sebagai obyek photo belajar low light Food Photography. Penasaran nungguin sore hari baru deh motret. Semoga hasil photonya berkenan, namanya juga masih belajar he...he....


Selamat mencoba.

Banana Cake Gluten Free

      Stok pisang ambon buat Sinok Nessa ternyata masih ada dan mulai menghitam, cocok untuk bahan
dasar cake. Hari ini Sinok Nessa jadwalnya makan buah pir, berarti pisangnya untuk bikin cake ya. Kebiasaan ibu-ibu selalu melihat stok yang ada dan ternyata tepung beras dan maizena masih ada. Saya pikir mendingan baking banana cake gluten free saja. Ayah Nessa suka banget bancake, berarti sudah pasti ludes he...he...
      Ini pertama kali baking bancake gluten free, sebelumnya sering baking bancake tapi dengan tepung terigu. Setelah otak-atik di dapur akhirnya wangi pisang membuat ayah Nessa gak sabar pengen nyomot, ho...ho...ntar ya ayah, bancakenya bunda photo dulu ya hihihi.....sambil nyengir....Resep ini hasil otak-atik sendiri tapi berdasarkan resep banana cake sebelumnya. Yang pengen nyobain silahkan, semoga cocok dengan resepnya.


Banana Cake Gluten Free 
Modifikasi resep Maya Efendy

Bahan A:
240 gram pisang ambon 
240 gram gula pasir
100 gram telur ayam (2 butir telur)

Bahan B:
160 gram tepung beras
70 gram tepung maizena
1/4 sdt baking powder double acting

Bahan C:
80 ml susu uht
55 ml minyak sayur

Cara Mambuat:
  • Nyalakan oven dengan api kecil. Siapkan loyang ukuran oles dengan minyak lalu alasi dengan kertas roti. Campur semua bahan B.
  • Haluskan pisang, campur dengan gula kemudian kocok dengan mixer kecepatan tinggi hingga gulanya menjadi halus. Setelah tercampur rata masukkan telur ayam dengan kecepatan yang sama. 
  • Satelah itu kurangi kecepatan dengan menggunakan kecepatan rendah masukkan campuran bahan B sambil diayak, lalu masukkan susu setelah tercampur rata masukkan minyak sayur. Tuang adonan di loyang. 
  • Panggang di oven dengan suhu 160 derajat Celcius selama 60 menit atau sampai matang. 




       Membuat Banana Cake ini sangat mudah, tipsnya, memanggang adonan bancake gunakan api kecil selama satu jam atau tes dengan menekan permukaannya apabila masih bunyi nyes...nyes...berarti belum matang sempurna. Apabila menggunakan loyang  18cm x 18cm waktu pemanggangan 30 menit karena adonannya lebih tipis. Gunakan bahan dasar pisang ambon yang benar-benar matang, agar hasil bancakenya lebih cantik dan terlihat serat-serat pisangnya.


Selamat mencoba dan menikmati.

Banana Cake Gluten Free

      Stok pisang ambon buat Sinok Nessa ternyata masih ada dan mulai menghitam, cocok untuk bahan
dasar cake. Hari ini Sinok Nessa jadwalnya makan buah pir, berarti pisangnya untuk bikin cake ya. Kebiasaan ibu-ibu selalu melihat stok yang ada dan ternyata tepung beras dan maizena masih ada. Saya pikir mendingan baking banana cake gluten free saja. Ayah Nessa suka banget bancake, berarti sudah pasti ludes he...he...
      Ini pertama kali baking bancake gluten free, sebelumnya sering baking bancake tapi dengan tepung terigu. Setelah otak-atik di dapur akhirnya wangi pisang membuat ayah Nessa gak sabar pengen nyomot, ho...ho...ntar ya ayah, bancakenya bunda photo dulu ya hihihi.....sambil nyengir....Resep ini hasil otak-atik sendiri tapi berdasarkan resep banana cake sebelumnya. Yang pengen nyobain silahkan, semoga cocok dengan resepnya.


Banana Cake Gluten Free 
Modifikasi resep Maya Efendy

Bahan A:
240 gram pisang ambon 
240 gram gula pasir
100 gram telur ayam (2 butir telur)

Bahan B:
160 gram tepung beras
70 gram tepung maizena
1/4 sdt baking powder double acting

Bahan C:
80 ml susu uht
55 ml minyak sayur

Cara Mambuat:
  • Nyalakan oven dengan api kecil. Siapkan loyang ukuran oles dengan minyak lalu alasi dengan kertas roti. Campur semua bahan B.
  • Haluskan pisang, campur dengan gula kemudian kocok dengan mixer kecepatan tinggi hingga gulanya menjadi halus. Setelah tercampur rata masukkan telur ayam dengan kecepatan yang sama. 
  • Satelah itu kurangi kecepatan dengan menggunakan kecepatan rendah masukkan campuran bahan B sambil diayak, lalu masukkan susu setelah tercampur rata masukkan minyak sayur. Tuang adonan di loyang. 
  • Panggang di oven dengan suhu 160 derajat Celcius selama 60 menit atau sampai matang. 




       Membuat Banana Cake ini sangat mudah, tipsnya, memanggang adonan bancake gunakan api kecil selama satu jam atau tes dengan menekan permukaannya apabila masih bunyi nyes...nyes...berarti belum matang sempurna. Apabila menggunakan loyang  18cm x 18cm waktu pemanggangan 30 menit karena adonannya lebih tipis. Gunakan bahan dasar pisang ambon yang benar-benar matang, agar hasil bancakenya lebih cantik dan terlihat serat-serat pisangnya.


Selamat mencoba dan menikmati.

WINGKO BABAT

      Ingat wingko babat selalu ingat kota Semarang, ingat masa kecil juga. Dulu Almarhumah Mbah Putri saya pulang dari Semarang selalu bawa oleh-oleh wingko babat bungkusnya ada gambar kereta api, rasanya legit dan gurih. 
     Setelah sekian lama, akhirnya ada suatu penampakan photo yang cantik dengan segelas teh kemebul, hasil jepretannya Mbak Renny Asti. Penasaran pengen bikin, ternyata ada sharing resepnya, terima kasih Mbak Renny Asti. Langsung menuju almari dapur, ahaaaa.....ada stok tepung ketan. Setelah mengamati resepnya, langsung meluncur ke warung terdekat, beli bahan-bahan yang lain dan langsung uplek di dapur. Ternyata gak punya stok daun pisang, langsung aja ambil kertas roti buat alasnya ha...ha...ternyata setelah matang kertas rotinya lengket dengan suksesnya, makannya penuh perjuangan ngupasin kertasnya terlebih dulu hihihiiii.....jangan ditiru ya, lebih baik alasnya daun pisang klo gak ada stok dan jauh ke pasar mendingan langsung lari ke kebun deh ambil daun pisang, klo gak punya kebun yaaa....ambil di kebun orang tapi minta ijin dulu ya he...he....




     Setelah beraktivitas di dapur sambil ditemenin sinok, akhirnya selesai juga dan taraaaa....hasilnya uenakkk tenan, gak kalah dengan wingko babat yang Kereta api. Rasanya legit, gurih, wangi aroma daun pandan dan daun jeruknya terasa. Saya ketagihan pengen ngebikin lagi, sambil blogging sambil makan wingko nyam...nyam....nyruput segelas teh tarik huaaaa.......asikkkkk, sinoke bobok ngleketer.
Siapa yang pengen? yuk langsung mbikin aja, ini dia resepnya.


Wingko Babat ( home made )
Sumber resep: Mbak Renny Asti


Bahan:
450 ml santan (saya pake 1 butir kelapa ukuran sedang)
250 gr gula pasir
250 gr tepung ketan
250 gr kelapa agak muda, kupas kulit, parut
1/2 sdt garam
3 lbr daun pandan
5 lbr daun jeruk

Cara Membuat:
  • Campur santan + gula, daun jeruk dan daun pandan masak hingga mendidih dan gula larut, angkat, dinginkan.
  • Campur kelapa parut + tepung ketan. 
  • Beri garam pada larutan santan, aduk rata.
  • Tuang santan ke campuran kelapa tepung. Aduk rata. 
  • Tuang di loyang yg sudah dialasi daun pisang dan dioles minyak. (saya pake loyang 18x18)
  • Panggang di oven 160 derajat celcius kurleb 45 menit atau smp matang. Jika bagian atas belum coklat, bs dipanggang dengann api atas kurleb 10 menit atau sampai kecoklatan.
  • Angkat, tunggu hingga dingin. Potong2 pake pisau yg sdh diberi minyak atau dibungkus plastik.



Selamat Mencoba dan menikmati.

WINGKO BABAT

      Ingat wingko babat selalu ingat kota Semarang, ingat masa kecil juga. Dulu Almarhumah Mbah Putri saya pulang dari Semarang selalu bawa oleh-oleh wingko babat bungkusnya ada gambar kereta api, rasanya legit dan gurih. 
     Setelah sekian lama, akhirnya ada suatu penampakan photo yang cantik dengan segelas teh kemebul, hasil jepretannya Mbak Renny Asti. Penasaran pengen bikin, ternyata ada sharing resepnya, terima kasih Mbak Renny Asti. Langsung menuju almari dapur, ahaaaa.....ada stok tepung ketan. Setelah mengamati resepnya, langsung meluncur ke warung terdekat, beli bahan-bahan yang lain dan langsung uplek di dapur. Ternyata gak punya stok daun pisang, langsung aja ambil kertas roti buat alasnya ha...ha...ternyata setelah matang kertas rotinya lengket dengan suksesnya, makannya penuh perjuangan ngupasin kertasnya terlebih dulu hihihiiii.....jangan ditiru ya, lebih baik alasnya daun pisang klo gak ada stok dan jauh ke pasar mendingan langsung lari ke kebun deh ambil daun pisang, klo gak punya kebun yaaa....ambil di kebun orang tapi minta ijin dulu ya he...he....




     Setelah beraktivitas di dapur sambil ditemenin sinok, akhirnya selesai juga dan taraaaa....hasilnya uenakkk tenan, gak kalah dengan wingko babat yang Kereta api. Rasanya legit, gurih, wangi aroma daun pandan dan daun jeruknya terasa. Saya ketagihan pengen ngebikin lagi, sambil blogging sambil makan wingko nyam...nyam....nyruput segelas teh tarik huaaaa.......asikkkkk, sinoke bobok ngleketer.
Siapa yang pengen? yuk langsung mbikin aja, ini dia resepnya.


Wingko Babat ( home made )
Sumber resep: Mbak Renny Asti


Bahan:
450 ml santan (saya pake 1 butir kelapa ukuran sedang)
250 gr gula pasir
250 gr tepung ketan
250 gr kelapa agak muda, kupas kulit, parut
1/2 sdt garam
3 lbr daun pandan
5 lbr daun jeruk

Cara Membuat:
  • Campur santan + gula, daun jeruk dan daun pandan masak hingga mendidih dan gula larut, angkat, dinginkan.
  • Campur kelapa parut + tepung ketan. 
  • Beri garam pada larutan santan, aduk rata.
  • Tuang santan ke campuran kelapa tepung. Aduk rata. 
  • Tuang di loyang yg sudah dialasi daun pisang dan dioles minyak. (saya pake loyang 18x18)
  • Panggang di oven 160 derajat celcius kurleb 45 menit atau smp matang. Jika bagian atas belum coklat, bs dipanggang dengann api atas kurleb 10 menit atau sampai kecoklatan.
  • Angkat, tunggu hingga dingin. Potong2 pake pisau yg sdh diberi minyak atau dibungkus plastik.



Selamat Mencoba dan menikmati.

PUTU AYU KETAN HITAM


      Kue putu ayu adalah kue khas tradisional Indonesia, cocok untuk cemilan setiap saat, hidangan kue untuk arisan, untuk acara silaturahmi keluarga ataupun teman-teman lama. Cara membuatnya cukup simple, bahan-bahannya mudah didapat dan murah harganya. Biasanya kue putu ayu berwarna hijau, tapi yang ini berbeda warnanya hitam dengan bahan utama tepung ketan hitam dengan kombinasi parutan kelapa muda dan tanpa bahan-bahan pengawet, pewarna dan bahan tambahan lainnya.
     Kebetulan stock tepung ketan hitam di almari masih ada, langsung searching dan ternyata saya menemukan blog favorit saya, blognya Mbak Hesti dan ternyata sumber resepnya dari Ricke Bunda Nadhifa, Ordinary Kitchen dengan modifikasi sedikit dari Mbak Hesti. 
        Ternyata hasilnya legit, lembut dan gurih kelapa parut, apalagi selagi hangat langsung ludes deh. Terima kasih ya Mbak Ricke dan Mbak Hesti.



      O iya, cetakan putu ayunya hasil hunting di pasar Kranggan, harganya murah meriah Rp6000/lusin. Akhirnya beli 2 lusin. Hati-hati beli cetakan putu ayu dari plastik ada yang luntur. Ini dia penampakannya.
 
 

Resep putu ayu ini simple, yuk ibu-ibu silahkan mencoba.

 

Putu Ayu Ketan Hitam

Sumber : Ricke Bunda Nadhifa modifikasi Mbak Hesti
Untuk 27 buah

Bahan:
  • 250 gram ketan hitam
  • 3 butir telur ayam
  • 175 gram gula pasir
  • 1/4 sdt garam 
  • 200 ml santan (225 ml santan dimasak bersama 2 lembar daun pandan, setelah dinginukur 200 ml)
Bahan kelapa parut (kukus semuanya, dinginkan):
  • 200 gram kelapa parut (saya menggunakan 100 gram kelapa parut)
  • 2 lembardaun pandan, sobek-sobek
  • 1/4 sdt garam
  • 1/4 sdt vanili

Cara membuat:
  1. Panaskan kukusan dengan api tinggi. Masukkan parutan kelapa di dasar cetakan putu ayu sambil ditekan agak dipadatkan.
  2. Kocok, telur, gula dan garam dengan kecepatan tinggi hingga mengembang.
  3. Turunkan kecepatan mixer hingga paling rendah. Masukkan tepung ketan sedikit-sedikit sampai tercampur rata. Masukkan santan sambil terus dikocok dengan kecepatan paling rendah sampai rata.
  4. Tuang dalam cetakan putu ayu. Kukus selama 10 menit dengan api sedang. Hangat-hangat keluarkan dari cetakan.


Selamat mencoba.
 


PUTU AYU KETAN HITAM


      Kue putu ayu adalah kue khas tradisional Indonesia, cocok untuk cemilan setiap saat, hidangan kue untuk arisan, untuk acara silaturahmi keluarga ataupun teman-teman lama. Cara membuatnya cukup simple, bahan-bahannya mudah didapat dan murah harganya. Biasanya kue putu ayu berwarna hijau, tapi yang ini berbeda warnanya hitam dengan bahan utama tepung ketan hitam dengan kombinasi parutan kelapa muda dan tanpa bahan-bahan pengawet, pewarna dan bahan tambahan lainnya.
     Kebetulan stock tepung ketan hitam di almari masih ada, langsung searching dan ternyata saya menemukan blog favorit saya, blognya Mbak Hesti dan ternyata sumber resepnya dari Ricke Bunda Nadhifa, Ordinary Kitchen dengan modifikasi sedikit dari Mbak Hesti. 
        Ternyata hasilnya legit, lembut dan gurih kelapa parut, apalagi selagi hangat langsung ludes deh. Terima kasih ya Mbak Ricke dan Mbak Hesti.



      O iya, cetakan putu ayunya hasil hunting di pasar Kranggan, harganya murah meriah Rp6000/lusin. Akhirnya beli 2 lusin. Hati-hati beli cetakan putu ayu dari plastik ada yang luntur. Ini dia penampakannya.
 
 

Resep putu ayu ini simple, yuk ibu-ibu silahkan mencoba.

 

Putu Ayu Ketan Hitam

Sumber : Ricke Bunda Nadhifa modifikasi Mbak Hesti
Untuk 27 buah

Bahan:
  • 250 gram ketan hitam
  • 3 butir telur ayam
  • 175 gram gula pasir
  • 1/4 sdt garam 
  • 200 ml santan (225 ml santan dimasak bersama 2 lembar daun pandan, setelah dinginukur 200 ml)
Bahan kelapa parut (kukus semuanya, dinginkan):
  • 200 gram kelapa parut (saya menggunakan 100 gram kelapa parut)
  • 2 lembardaun pandan, sobek-sobek
  • 1/4 sdt garam
  • 1/4 sdt vanili

Cara membuat:
  1. Panaskan kukusan dengan api tinggi. Masukkan parutan kelapa di dasar cetakan putu ayu sambil ditekan agak dipadatkan.
  2. Kocok, telur, gula dan garam dengan kecepatan tinggi hingga mengembang.
  3. Turunkan kecepatan mixer hingga paling rendah. Masukkan tepung ketan sedikit-sedikit sampai tercampur rata. Masukkan santan sambil terus dikocok dengan kecepatan paling rendah sampai rata.
  4. Tuang dalam cetakan putu ayu. Kukus selama 10 menit dengan api sedang. Hangat-hangat keluarkan dari cetakan.


Selamat mencoba.
 


Brownies Kukus 
Gluten Free  And No Food Additive
         
       Buka Facebook dan ternyata ada photo cantik dan judulnya sangat menarik so menyita perhatian saya, Brownies Kukus bebas gluten dan tanpa bahan tambahan cake. Eng...ing..eng....wah ini dia cake yang sehat untuk dikonsumsi dan bersahabat dengan pencernaan. Dan ternyata photo hasil jepretannya Mbak Ummu Fatima dan ada link resep dari hasil otak atik Mbak Ummu Fatima sendiri. Hebat euy.... :)
       Akhirnya, saya komentar dan langsung meluncur ke linknya Mbak Ummu sambil ngintip resepnya Mbak Ummu Fatima, dan akhirnya setelah baca resepnya, saya langsung berpikir brownies dengan tepung beras, udah kepikiran setelah matang dan dingin takut gak seempuk baru matang. Masalahnya pernah bikin cake kukus bahan dasar tepung beras dan hasilnya lembut klo hangat tapi klo dingin teksturnya agak seret hihihii.... tapi setelah kucermati ada tambahan tepung maizena, o...iya gak kepikiran waktu itu. Dan ternyata bener lho Mbak Ummu, hasilnya langsung ludes beberapa menit. Huaaa......jadi favorit Ayah Nessa dan saya dwehhh, terima kasih Mbak Ummu Fatima.
      




      Sebenarnya memang sudah kebiasaan dari waktu kecil Almarhum ibu saya gemar membuat cake dan tanpa bahan-bahan tambahan tapi tetep hasilnya cantik dan enak. Makanya saya selalu tertarik dengan resep yang murni tanpa bahan-bahan tambahan kue dan wajib dipraktekkan dan menjadi temen ngunyah....nyam...nyam....Akhirnya jadi ketagihan dan bikin lagiiiiiiiii aaahhhhh :)
        O iya, berhubung loyang bulat 18 cm ada di lemari dan ada di tumpukan paling bawah, takut sinoke bangun. Akhirnya menggunakan cetakan agar-agar. hasilnya agak ketipisan menurutku. Dan siap-siap bikin lagi dengan dua resep cetakan yang 20x20 Cm.




BROWNIES KUKUS 
Gluten Free and No Food Additives Added
Resep: Ummu Fatima

Bahan-bahan :
3 butir telur 
100 g gula pasir
100 ml minyak goreng (*ummi: pakai canola oil)
50 g tepung beras 
15 gr tepung maizena
60 gr dark cooking chocolate (DCC), potong kecil2
20 g cokelat bubuk
1 sdm minyak goreng untuk mengolesi loyang

Cara Mambuat :
  • Campur tepung beras, tepung maizena dan cokelat bubuk, ayak. 
  • Olesi loyang bundar diameter 18cm dg minyak, (saya menggunakan cetakan puding) Panaskan kukusan.
  • Lelehkan DCC dg cara ditim. Matikan api. Masukkan minyak, aduk rata. Atau bisa jg dg cara memanaskan minyak sebentar, matikan api, lalu masukkan DCC, aduk hingga DCC larut. (*ummi: pakai cara yg kedua)
  • Kocok telur dan gula pasir dengan mikser kecepatan paling tinggi hingga adonan mengembang dan kental, tidak perlu sampai kaku (kira2 lamanya mengocok 5-10 menit).
  • Kecilkan kecepatan mikser menjadi 1, masukkan campuran tepung sedikit demi sedikit, aduk hingga rata (tidak ada tepung yg menggumpal di dasar). 
  • Masukkan DCC, aduk kembali hingga rata. Matikan mikser.
  • Tuang adonan ke dalam loyang, kukus selama 30 menit dengan api sedang cenderung kecil. (api yg terlalu besar akan membuat brownies bergelombang permukaan atasnya). Pastikan air kukusan sudah mendidih saat memasukkan loyang dan jangan lupa tutup kukusannya dilapisi kain supaya airnya tidak menetes ke browniesnya.
  • Setelah matang, angkat dan dinginkan. Potong2 atau beri topping sesuai selera.






Selamat mencoba :)

Brownies Kukus 
Gluten Free  And No Food Additive
         
       Buka Facebook dan ternyata ada photo cantik dan judulnya sangat menarik so menyita perhatian saya, Brownies Kukus bebas gluten dan tanpa bahan tambahan cake. Eng...ing..eng....wah ini dia cake yang sehat untuk dikonsumsi dan bersahabat dengan pencernaan. Dan ternyata photo hasil jepretannya Mbak Ummu Fatima dan ada link resep dari hasil otak atik Mbak Ummu Fatima sendiri. Hebat euy.... :)
       Akhirnya, saya komentar dan langsung meluncur ke linknya Mbak Ummu sambil ngintip resepnya Mbak Ummu Fatima, dan akhirnya setelah baca resepnya, saya langsung berpikir brownies dengan tepung beras, udah kepikiran setelah matang dan dingin takut gak seempuk baru matang. Masalahnya pernah bikin cake kukus bahan dasar tepung beras dan hasilnya lembut klo hangat tapi klo dingin teksturnya agak seret hihihii.... tapi setelah kucermati ada tambahan tepung maizena, o...iya gak kepikiran waktu itu. Dan ternyata bener lho Mbak Ummu, hasilnya langsung ludes beberapa menit. Huaaa......jadi favorit Ayah Nessa dan saya dwehhh, terima kasih Mbak Ummu Fatima.
      




      Sebenarnya memang sudah kebiasaan dari waktu kecil Almarhum ibu saya gemar membuat cake dan tanpa bahan-bahan tambahan tapi tetep hasilnya cantik dan enak. Makanya saya selalu tertarik dengan resep yang murni tanpa bahan-bahan tambahan kue dan wajib dipraktekkan dan menjadi temen ngunyah....nyam...nyam....Akhirnya jadi ketagihan dan bikin lagiiiiiiiii aaahhhhh :)
        O iya, berhubung loyang bulat 18 cm ada di lemari dan ada di tumpukan paling bawah, takut sinoke bangun. Akhirnya menggunakan cetakan agar-agar. hasilnya agak ketipisan menurutku. Dan siap-siap bikin lagi dengan dua resep cetakan yang 20x20 Cm.




BROWNIES KUKUS 
Gluten Free and No Food Additives Added
Resep: Ummu Fatima

Bahan-bahan :
3 butir telur 
100 g gula pasir
100 ml minyak goreng (*ummi: pakai canola oil)
50 g tepung beras 
15 gr tepung maizena
60 gr dark cooking chocolate (DCC), potong kecil2
20 g cokelat bubuk
1 sdm minyak goreng untuk mengolesi loyang

Cara Mambuat :
  • Campur tepung beras, tepung maizena dan cokelat bubuk, ayak. 
  • Olesi loyang bundar diameter 18cm dg minyak, (saya menggunakan cetakan puding) Panaskan kukusan.
  • Lelehkan DCC dg cara ditim. Matikan api. Masukkan minyak, aduk rata. Atau bisa jg dg cara memanaskan minyak sebentar, matikan api, lalu masukkan DCC, aduk hingga DCC larut. (*ummi: pakai cara yg kedua)
  • Kocok telur dan gula pasir dengan mikser kecepatan paling tinggi hingga adonan mengembang dan kental, tidak perlu sampai kaku (kira2 lamanya mengocok 5-10 menit).
  • Kecilkan kecepatan mikser menjadi 1, masukkan campuran tepung sedikit demi sedikit, aduk hingga rata (tidak ada tepung yg menggumpal di dasar). 
  • Masukkan DCC, aduk kembali hingga rata. Matikan mikser.
  • Tuang adonan ke dalam loyang, kukus selama 30 menit dengan api sedang cenderung kecil. (api yg terlalu besar akan membuat brownies bergelombang permukaan atasnya). Pastikan air kukusan sudah mendidih saat memasukkan loyang dan jangan lupa tutup kukusannya dilapisi kain supaya airnya tidak menetes ke browniesnya.
  • Setelah matang, angkat dan dinginkan. Potong2 atau beri topping sesuai selera.






Selamat mencoba :)

ACAR KUNING TENGGIRI

       Nah lho, apa bedanya pesmol ikan dengan acar ikan? Kalau orang betawi bilang pesmol bumbunya pake ketumbar dan santan, beda dengan acar bumbunya tanpa ketumbar dan santan. Bener gak ya, sambil garuk-garuk kepala. Ahhhh....yang penting hasilnya sama-sama nikmat.
       Setelah bangun pagi dan antri dari jam lima di tukang ikan dekat rumah si Bang Iwan, demi seekor tenggiri segar akhirnya dapat juga. Penantian menu acar Tenggiri terwujud juga, menu ini kegemaran sang ayah Nessa apalagi ditemenin lodeh terung bisa lupa segalanya he...he...O iya jangan lupa, bawang merah utuh, cabe rawit orange cemplung-cemplung setengah matang. Eit.....ternyata daun kemanginya lupa. Ha....ha...tapi bumbunya tetep harum tanpa daun kemangi.



Acar Kuning Tenggiri
Resep: hasil otak-atik sendiri di dapur

Bahan-bahan:
1 kg ikan tenggiri dipotong-potong sesuai selera
bawang merah utuh secukupnya
cabai rawit orange utuh, sesuai selera
cabai rawit hijau utuh, sesuai selera
2 butir jeruk nipis, ambil airnya
Tomat merah potong-potong
1 batang serai geprek
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
Minyak untuk menggoreng dan menumis
Garam secukupnya
Gula secukupnya

Bumbu yang dihaluskan:
6 siung bawang merah
4 siung bawang putih
5 butir kemiri sangrai
2 cm jahe
3 cm kunyit bakar 
3 cm lengkuas

Cara membuat:
  • Cuci bersih ikan tenggiri lalu tiriskan, lumuri ikan dengan garam dan sebagian perasan jeruk nipis, diamkan selama 10 menit. Goreng agak kering. Angkat.
  • Tumis bumbu halus, daun salam, batang serai dan daun jeruk. Sampai harum.Masukkan air, gula dan garam. Aduk sampai mendidih dan agak kental, tuangkan perasan air jeruk nipis.
  • Masukkan ikan, bawang merah utuh, cabe rawit utuh dan potongan tomat. Masak sampai bumbu meresap.
  • Angkat. Sajikan.



Selamat mencoba.

ACAR KUNING TENGGIRI

       Nah lho, apa bedanya pesmol ikan dengan acar ikan? Kalau orang betawi bilang pesmol bumbunya pake ketumbar dan santan, beda dengan acar bumbunya tanpa ketumbar dan santan. Bener gak ya, sambil garuk-garuk kepala. Ahhhh....yang penting hasilnya sama-sama nikmat.
       Setelah bangun pagi dan antri dari jam lima di tukang ikan dekat rumah si Bang Iwan, demi seekor tenggiri segar akhirnya dapat juga. Penantian menu acar Tenggiri terwujud juga, menu ini kegemaran sang ayah Nessa apalagi ditemenin lodeh terung bisa lupa segalanya he...he...O iya jangan lupa, bawang merah utuh, cabe rawit orange cemplung-cemplung setengah matang. Eit.....ternyata daun kemanginya lupa. Ha....ha...tapi bumbunya tetep harum tanpa daun kemangi.



Acar Kuning Tenggiri
Resep: hasil otak-atik sendiri di dapur

Bahan-bahan:
1 kg ikan tenggiri dipotong-potong sesuai selera
bawang merah utuh secukupnya
cabai rawit orange utuh, sesuai selera
cabai rawit hijau utuh, sesuai selera
2 butir jeruk nipis, ambil airnya
Tomat merah potong-potong
1 batang serai geprek
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
Minyak untuk menggoreng dan menumis
Garam secukupnya
Gula secukupnya

Bumbu yang dihaluskan:
6 siung bawang merah
4 siung bawang putih
5 butir kemiri sangrai
2 cm jahe
3 cm kunyit bakar 
3 cm lengkuas

Cara membuat:
  • Cuci bersih ikan tenggiri lalu tiriskan, lumuri ikan dengan garam dan sebagian perasan jeruk nipis, diamkan selama 10 menit. Goreng agak kering. Angkat.
  • Tumis bumbu halus, daun salam, batang serai dan daun jeruk. Sampai harum.Masukkan air, gula dan garam. Aduk sampai mendidih dan agak kental, tuangkan perasan air jeruk nipis.
  • Masukkan ikan, bawang merah utuh, cabe rawit utuh dan potongan tomat. Masak sampai bumbu meresap.
  • Angkat. Sajikan.



Selamat mencoba.

Rondo Royal

     Setelah ngobrol dengan teman SMA, Bpk Bisri. Akhirnya teringat jajanan jadul ini, terima kasih ya Bpk Bisri. Teringat juga ada stok tape dan langsung deh bangun tidur nguplek di dapur. 


     Jajanan dengan nama yang unik ini adalah jajanan tradisional dengan bahan dasar tape singkong. Cara membuatnya pun mudah, dan hasilnya nikmat, enak untuk cemilan dengan segelas teh manis hangat.


Rondo Royal ala Pawon Ayu

untuk 10 buah
Bahan:
375 gram tape singkong
1 butir telur kocok lepas
75 gram Tepung terigu protein sedang
10 gram susu bubuk
2 sendok makan gula pasir
1/4 sendok teh garam
60 ml air
Minyak untuk menggoreng secukupnya

Cara membuat:
Tape dihaluskan buang seratnya, bentuk oval sisihkan. 
Aduk tepung terigu, susu bubuk, gula dan garam, masukkan air aduk.
Masukkan kocokan telur sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai adonan halus.
Panaskan minyak goreng, celupkan tape singkong ke dalam adonan tepung.
Goreng hingga kecoklatan
Rondo royal siap disajikan.














Rondo Royal

     Setelah ngobrol dengan teman SMA, Bpk Bisri. Akhirnya teringat jajanan jadul ini, terima kasih ya Bpk Bisri. Teringat juga ada stok tape dan langsung deh bangun tidur nguplek di dapur. 


     Jajanan dengan nama yang unik ini adalah jajanan tradisional dengan bahan dasar tape singkong. Cara membuatnya pun mudah, dan hasilnya nikmat, enak untuk cemilan dengan segelas teh manis hangat.


Rondo Royal ala Pawon Ayu

untuk 10 buah
Bahan:
375 gram tape singkong
1 butir telur kocok lepas
75 gram Tepung terigu protein sedang
10 gram susu bubuk
2 sendok makan gula pasir
1/4 sendok teh garam
60 ml air
Minyak untuk menggoreng secukupnya

Cara membuat:
Tape dihaluskan buang seratnya, bentuk oval sisihkan. 
Aduk tepung terigu, susu bubuk, gula dan garam, masukkan air aduk.
Masukkan kocokan telur sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai adonan halus.
Panaskan minyak goreng, celupkan tape singkong ke dalam adonan tepung.
Goreng hingga kecoklatan
Rondo royal siap disajikan.














Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]

Banyak di Baca