BUBUR MUTIARA


Di kala hujan, ada sebungkus sagu mutiara di lemari dapur saya. Teringat bubur yang legit dengan siraman saus santan yang gurih. Salah satu bubur tradisional Indonesia yang sering menjadi santapan yang nikmat. Biasanya sering kita jumpai pada bulan Ramadhan. Mendengar gemericik air hujan di luar sana, tak ada salahnya membuat santapan bubur mutiara ini. Akhirnya saya beranjak ke dapur mencari kehangatan dan menyiapkan keinginan yang tak bisa terbendung. Menyalakan api, mendidihkan air dengan sejumput garam dan daun pandan. Aroma yang sangat menggoda, saatnya menuangkan segenggam sagu mutiara, menantinya sambil sesekali mengaduk dan saya memeluk si putri mungil, mengajaknya bermain sambil bernyanyi. Sungguh mensyukuri nikmat Allah yang luar biasa.


Tak terasa bubur mutiara siap disajikan dengan saus santan yang sebelumnya sudah saya siapkan. Putri mungilku sekali menyicip, lalu menyicip lagi dan akhirnya menikmati dengan lahapnya, ternyata dia doyan. Setelah kekenyangan akhirnya terlelap. Saatnya untuk pemotretan, sungguh menyenangkan.

Cara pembuatan bubur mutiara simple hanya proses merebusnya agak lama kurang lebih satu jam. Untuk resep ada di bawah ini, jumlah gula dan kekentalan saus menyesuaikan selera masing-masing.




Selamat mencoba dan menikmati d


BUBUR MUTIARA


Di kala hujan, ada sebungkus sagu mutiara di lemari dapur saya. Teringat bubur yang legit dengan siraman saus santan yang gurih. Salah satu bubur tradisional Indonesia yang sering menjadi santapan yang nikmat. Biasanya sering kita jumpai pada bulan Ramadhan. Mendengar gemericik air hujan di luar sana, tak ada salahnya membuat santapan bubur mutiara ini. Akhirnya saya beranjak ke dapur mencari kehangatan dan menyiapkan keinginan yang tak bisa terbendung. Menyalakan api, mendidihkan air dengan sejumput garam dan daun pandan. Aroma yang sangat menggoda, saatnya menuangkan segenggam sagu mutiara, menantinya sambil sesekali mengaduk dan saya memeluk si putri mungil, mengajaknya bermain sambil bernyanyi. Sungguh mensyukuri nikmat Allah yang luar biasa.


Tak terasa bubur mutiara siap disajikan dengan saus santan yang sebelumnya sudah saya siapkan. Putri mungilku sekali menyicip, lalu menyicip lagi dan akhirnya menikmati dengan lahapnya, ternyata dia doyan. Setelah kekenyangan akhirnya terlelap. Saatnya untuk pemotretan, sungguh menyenangkan.

Cara pembuatan bubur mutiara simple hanya proses merebusnya agak lama kurang lebih satu jam. Untuk resep ada di bawah ini, jumlah gula dan kekentalan saus menyesuaikan selera masing-masing.




Selamat mencoba dan menikmati d


IHUTILININGA

Masak Bareng Yuk atau sering kita sebut Masbar adalah grup pecinta memasak, siapa saja bisa menjadi membernya, yuk ikutan....... lebih jelasnya kita mampir ke Rumah Masbar yang penuh dengan event-event, resep dan tantangan yang seru. Salah satunya adalah tantangan edisi 30 Desember 2013 – 30 Januari 2014 yaitu Mari kita memasak Masakan Manado dan ini setoran saya pertama kali di tantangan Masbar.



Ceritanya saya sudah membuat Pampis ikan tongkol dan ingin sebagai setoran pertama saya dan ternyata sudah ada yang laporan, sumber resepnya sama. Akhirnya saya bingung, banyak pilihan yang ingin saya buat ada kue tradisional, menu utama, hidangan penutup dan masih banyak lagi. Akhirnya pilhan saya jatuh pada menu utama yaitu Ihutilininga, dan sebenarnya ini terasa asing di telinga saya selain namanya agak susah dan saya juga baru tahu menu Manado ini. Itulah hebatnya ikut tantangan, akhirnya pengetahuan tentang masakan tradisional bertambah lagi.


Ihutilininga merupakan masakan khas Menado yang terbuat dari terong ungu goreng  yang disajikan dengan siraman bumbu dengan tambahan telur dan santan. Resepnya merupakan hasil browsing dari Sajian Sedap dan sudah lama saya bookmark. Ternyata cara membuatnya tidak sesulit judulnya, semua pasti bisa dan anti gagal. Rasanya sungguh sedap, pedasnya terasa karena pemakaian cabe rawit orange yang terkenal mantap. Ihitulininga bisa menjadi menu favorit keluarga saya, bisa juga menjadi menu favorit keluarga anda semua lho, sungguh rasanya maknyus. Apalagi menyantapnya dengan nasi hangat dan ditemani pampis ikan tongkol, diet bisa terlupakan hati-hati ya he…he…dan nasi sebakul bisa cepat ludes. Percaya atau tidak? Silahkan anda coba resepnya, pasti akan terbukti kelezatannya.

Sebenarnya menu terung sejenis ihutilininga ini tidak asing buat saya, karena saya memang mempunyai resep terong favorit keluarga yaitu pecak terong tetapi beda bumbunya biasanya menggunakan kencur tetapi ihutilininga tanpa kencur dan ada tambahan kocokan telur, menarik bukan?




Ihutilininga
Resep: Sajian Sedap
Untuk 6 porsi

Bahan:
  • 4 buah terung ungu, dibelah dua memanjang
  • 2 lembar daun salam
  • 2 buah cabai merah, diiris serong
  • 1 buah tomat, dipotong-potong
  • 2 butir telur, dikocok lepas
  • 3/4 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh gula pasir
  • 300 ml santan dari 1/2 butir kelapa
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis
  • minyak untuk menggoreng
Bumbu Halus:
  • 8 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 buah cabai merah besar  (skip)
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 2 buah cabai rawit merah
Cara membuat:
  1. Rendam terung dalam larutan 1 sendok teh garam dan 300 ml air. Goreng terung dalam minyak yang sudah dipanaskan sampai matang.
  2. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, cabai merah, dan daun salam sampai harum.
  3. Masukkan tomat. Aduk sampai layu. Sisihkan di tepi wajan. Tambahkan telur. Aduk sampai berbutir.
  4. Masukkan santan, garam, dan gula pasir. Masak sampai matang.
  5. Sajikan terung dengan disiram bumbu tumis.

Selamat mencoba dan menikmati d


IHUTILININGA

Masak Bareng Yuk atau sering kita sebut Masbar adalah grup pecinta memasak, siapa saja bisa menjadi membernya, yuk ikutan....... lebih jelasnya kita mampir ke Rumah Masbar yang penuh dengan event-event, resep dan tantangan yang seru. Salah satunya adalah tantangan edisi 30 Desember 2013 – 30 Januari 2014 yaitu Mari kita memasak Masakan Manado dan ini setoran saya pertama kali di tantangan Masbar.



Ceritanya saya sudah membuat Pampis ikan tongkol dan ingin sebagai setoran pertama saya dan ternyata sudah ada yang laporan, sumber resepnya sama. Akhirnya saya bingung, banyak pilihan yang ingin saya buat ada kue tradisional, menu utama, hidangan penutup dan masih banyak lagi. Akhirnya pilhan saya jatuh pada menu utama yaitu Ihutilininga, dan sebenarnya ini terasa asing di telinga saya selain namanya agak susah dan saya juga baru tahu menu Manado ini. Itulah hebatnya ikut tantangan, akhirnya pengetahuan tentang masakan tradisional bertambah lagi.


Ihutilininga merupakan masakan khas Menado yang terbuat dari terong ungu goreng  yang disajikan dengan siraman bumbu dengan tambahan telur dan santan. Resepnya merupakan hasil browsing dari Sajian Sedap dan sudah lama saya bookmark. Ternyata cara membuatnya tidak sesulit judulnya, semua pasti bisa dan anti gagal. Rasanya sungguh sedap, pedasnya terasa karena pemakaian cabe rawit orange yang terkenal mantap. Ihitulininga bisa menjadi menu favorit keluarga saya, bisa juga menjadi menu favorit keluarga anda semua lho, sungguh rasanya maknyus. Apalagi menyantapnya dengan nasi hangat dan ditemani pampis ikan tongkol, diet bisa terlupakan hati-hati ya he…he…dan nasi sebakul bisa cepat ludes. Percaya atau tidak? Silahkan anda coba resepnya, pasti akan terbukti kelezatannya.

Sebenarnya menu terung sejenis ihutilininga ini tidak asing buat saya, karena saya memang mempunyai resep terong favorit keluarga yaitu pecak terong tetapi beda bumbunya biasanya menggunakan kencur tetapi ihutilininga tanpa kencur dan ada tambahan kocokan telur, menarik bukan?




Ihutilininga
Resep: Sajian Sedap
Untuk 6 porsi

Bahan:
  • 4 buah terung ungu, dibelah dua memanjang
  • 2 lembar daun salam
  • 2 buah cabai merah, diiris serong
  • 1 buah tomat, dipotong-potong
  • 2 butir telur, dikocok lepas
  • 3/4 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh gula pasir
  • 300 ml santan dari 1/2 butir kelapa
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis
  • minyak untuk menggoreng
Bumbu Halus:
  • 8 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 buah cabai merah besar  (skip)
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 2 buah cabai rawit merah
Cara membuat:
  1. Rendam terung dalam larutan 1 sendok teh garam dan 300 ml air. Goreng terung dalam minyak yang sudah dipanaskan sampai matang.
  2. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, cabai merah, dan daun salam sampai harum.
  3. Masukkan tomat. Aduk sampai layu. Sisihkan di tepi wajan. Tambahkan telur. Aduk sampai berbutir.
  4. Masukkan santan, garam, dan gula pasir. Masak sampai matang.
  5. Sajikan terung dengan disiram bumbu tumis.

Selamat mencoba dan menikmati d


PUMPKIN SOUP




Sudah lama pingin membuat soup kental, mumpung ada labu kuning dan kaldu ayam. Saya pikir putri mungilku pasti suka. Secara bikinnya gampang. Saya pilih resepnya dari blognya Mbak Yulyan Parwatidan hasilnya gurih cocok sekali untuk sarapan ditemani dengan roti tawar yang saya olesi dengan margarine bertabur irisan seledri yang saya oven sampai kering.
Alhamdulillah putri mungil saya makan dengan lahapnya, senang rasanya. Labu kuning memang salah satu favorit nok ness sejak umur delapan bulan sampai sekarang gak pernah bosan. Saya dan ayah juga suka ternyata memang enak apalagi hangat, dengan sensasi krenyes-krenyes roti tawar kering. Cocok sekali dengan suasana pagi yang diiringi hujan deras. Tubuh ini hangat rasanya. Penasaran yuk coba resepnya.


Pumpkin Soup
Source : Healthy Happy Family by Farah Quinn

Bahan :
  • 2 sendok makan mentega
  • 2 siung bawang putih cincang
  • 1 buah bawang bombai cincang
  • 500 gram labu kuning, potong-potong
  • 750 ml (kurleb 3 cup) kaldu ayam
  • 250 ml (kurleb 1 cup) susu segar/krim
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh lada bubuk

Cara membuat:

  1. Panaskan mentega, tumis bawang putih dan bawang bombai hingga layu.
  2. Masukkan labu kuning dan aduk sebentar. Tambahkan garam dan lada. Masukkan air kaldu dan masak dengan api kecil sampai labu kuning lunak.
  3. Setelah itu, angkat dan blender sampai lembut.
  4. Panaskan kembali dan masukkan susu atau krim. Setelah mendidih angkat.
  5. Sajikan hangat-hangat dengan roti panggang.


Selamat mencoba dan menikmati d


PUMPKIN SOUP




Sudah lama pingin membuat soup kental, mumpung ada labu kuning dan kaldu ayam. Saya pikir putri mungilku pasti suka. Secara bikinnya gampang. Saya pilih resepnya dari blognya Mbak Yulyan Parwatidan hasilnya gurih cocok sekali untuk sarapan ditemani dengan roti tawar yang saya olesi dengan margarine bertabur irisan seledri yang saya oven sampai kering.
Alhamdulillah putri mungil saya makan dengan lahapnya, senang rasanya. Labu kuning memang salah satu favorit nok ness sejak umur delapan bulan sampai sekarang gak pernah bosan. Saya dan ayah juga suka ternyata memang enak apalagi hangat, dengan sensasi krenyes-krenyes roti tawar kering. Cocok sekali dengan suasana pagi yang diiringi hujan deras. Tubuh ini hangat rasanya. Penasaran yuk coba resepnya.


Pumpkin Soup
Source : Healthy Happy Family by Farah Quinn

Bahan :
  • 2 sendok makan mentega
  • 2 siung bawang putih cincang
  • 1 buah bawang bombai cincang
  • 500 gram labu kuning, potong-potong
  • 750 ml (kurleb 3 cup) kaldu ayam
  • 250 ml (kurleb 1 cup) susu segar/krim
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh lada bubuk

Cara membuat:

  1. Panaskan mentega, tumis bawang putih dan bawang bombai hingga layu.
  2. Masukkan labu kuning dan aduk sebentar. Tambahkan garam dan lada. Masukkan air kaldu dan masak dengan api kecil sampai labu kuning lunak.
  3. Setelah itu, angkat dan blender sampai lembut.
  4. Panaskan kembali dan masukkan susu atau krim. Setelah mendidih angkat.
  5. Sajikan hangat-hangat dengan roti panggang.


Selamat mencoba dan menikmati d


IKAN WADER GORENG



Pengen nangis rasanya, menggoreng dan menikmati ikan wader tepung ini. Rasanya Almarhum bapak saya masih ada hiks…hiks….ikan wader ini salah satu kesukaan bapak, apalagi makannya dengan sambal terasi, nasi hangat dan lalap, lengkap nikmatnya.
Kriukkkk…nyam…nyam….hanya satu bungkus plastik ikan wader yang saya dapatkan di yu sayur ha..ha…masih kurang. Di pasar belum tentu ada ikan wader, kalau ada tukang sayur bawa wader so pasti saya beli dan digoreng renyah lalu masuk toples. Selain buat lauk juga bisa jadi camilan. Ikan wader bisa diganti dengan ikan mas balita, rasanya gurih juga. Membuatnya cepat dan mudah.


Ikan Wader Goreng

Bahan :
  • 500 gram ikan wader
  • 200 gram tepung beras
  • Minyak untuk menggoreng

Bumbu haluskan:
  • 4 siung bawang putih
  • 1 sendok teh Ketumbar
  • 1 ruas Kunyit
  • 2 ruas jahe
  • Garam secukupnya

Cara membuat:
  1. Cuci bersih ikan wader, tiriskan.
  2. Campurkan bumbu halus dengan ikan wader, sampai merata.
  3. Diamkan agar bumbu menyerap. Tiriskan ikan.
  4. Siapkan tepung beras lalu balut ikan dengan tepung beras.
  5. Goreng ikan sampai kering. Tiriskan.
  6. Simpan di toples dan siap disajikan.



Selamat mencoba dan menikmati d

IKAN WADER GORENG



Pengen nangis rasanya, menggoreng dan menikmati ikan wader tepung ini. Rasanya Almarhum bapak saya masih ada hiks…hiks….ikan wader ini salah satu kesukaan bapak, apalagi makannya dengan sambal terasi, nasi hangat dan lalap, lengkap nikmatnya.
Kriukkkk…nyam…nyam….hanya satu bungkus plastik ikan wader yang saya dapatkan di yu sayur ha..ha…masih kurang. Di pasar belum tentu ada ikan wader, kalau ada tukang sayur bawa wader so pasti saya beli dan digoreng renyah lalu masuk toples. Selain buat lauk juga bisa jadi camilan. Ikan wader bisa diganti dengan ikan mas balita, rasanya gurih juga. Membuatnya cepat dan mudah.


Ikan Wader Goreng

Bahan :
  • 500 gram ikan wader
  • 200 gram tepung beras
  • Minyak untuk menggoreng

Bumbu haluskan:
  • 4 siung bawang putih
  • 1 sendok teh Ketumbar
  • 1 ruas Kunyit
  • 2 ruas jahe
  • Garam secukupnya

Cara membuat:
  1. Cuci bersih ikan wader, tiriskan.
  2. Campurkan bumbu halus dengan ikan wader, sampai merata.
  3. Diamkan agar bumbu menyerap. Tiriskan ikan.
  4. Siapkan tepung beras lalu balut ikan dengan tepung beras.
  5. Goreng ikan sampai kering. Tiriskan.
  6. Simpan di toples dan siap disajikan.



Selamat mencoba dan menikmati d

SENTILING LAPIS



Singkong parut tiap bulan selalu ada di freezer saya, karena keluarga kecil saya penggemar singkong. Setiap saat bisa dibuat jajanan apa saja yang saya inginkan. Sebenarnya sudah pernah membuat sentiling tapi baru ini posting di blog.

Resep sentiling ini saya ambil dari tabloid Saji dengan resep yang menyesuaikan dengan stok bahan yang ada. Sebenarnya  di resep jumlah singkong parut 500 gram dan ternyata saya punya stok 800 gram daripada sisa 300 gram lebih baik dibuat sentiling semua.

Biasanya almarhum ibu saya membuat sentiling dengan santan, kali ini saya tanpa santan karena sudah ada taburan kelapa parut, menurut saya tetap gurih. Perpaduan parutan singkong dengan agar-agar bubuk membuat sensasi kenyal khas sentiling dengan kelegitan yang pas dan aroma wangi pandan vanili. Sungguh kudapan tradisional yang benar-benar menggoda dan tak pernah membosankan, justru selalu membuat kangen penikmatnya. Yang ingin membuat sentiling, kelegitannya bisa disesuaikan dengan selera masing-masing ya.





Sentiling Lapis

Bahan :
  • 800 gram singkong parut, diperas sedikit airnya 40 ml.
  • 80 ml air
  • 145 gram gula pasir
  • 1 sendok teh agar-agar bubuk
  • ½ sendok teh vanili
  • ½ sendok teh garam
  • 1 tetes pewarna hijau
  • 1 tetes pewarna merah
  • 1 tetes pewarna kuning

Bahan taburan (kukus 15menit):
  • 200 gram kelapa parut kasar
  • ¼ sendok teh garam
  • 1 lembar daun pandan

Cara membuat:
  1. Aduk rata singkong, air, gula pasir, agar-agar bubuk, vanili dan garam.
  2. Bagi 3 adonan. Satu bagian tambahkan pewarna hijau, aduk rata. Satu bagian tambahkan pewarna merah muda, aduk rata. Satu bagian tambahkan pewarna kuning, aduk rata.
  3. Tuang adonan hijau di loyang 22x10x6cm yang dialas plastik. Ratakan. Tuang adonan merah muda. Ratakan. Tuang adonan kuning. Ratakan. Kukus 60 menit sampai matang.
  4. Potong-potong dan gulingkan di bahan taburan.
  5. Sajikan.

Selamat mencoba dan menikmati d


SENTILING LAPIS



Singkong parut tiap bulan selalu ada di freezer saya, karena keluarga kecil saya penggemar singkong. Setiap saat bisa dibuat jajanan apa saja yang saya inginkan. Sebenarnya sudah pernah membuat sentiling tapi baru ini posting di blog.

Resep sentiling ini saya ambil dari tabloid Saji dengan resep yang menyesuaikan dengan stok bahan yang ada. Sebenarnya  di resep jumlah singkong parut 500 gram dan ternyata saya punya stok 800 gram daripada sisa 300 gram lebih baik dibuat sentiling semua.

Biasanya almarhum ibu saya membuat sentiling dengan santan, kali ini saya tanpa santan karena sudah ada taburan kelapa parut, menurut saya tetap gurih. Perpaduan parutan singkong dengan agar-agar bubuk membuat sensasi kenyal khas sentiling dengan kelegitan yang pas dan aroma wangi pandan vanili. Sungguh kudapan tradisional yang benar-benar menggoda dan tak pernah membosankan, justru selalu membuat kangen penikmatnya. Yang ingin membuat sentiling, kelegitannya bisa disesuaikan dengan selera masing-masing ya.





Sentiling Lapis

Bahan :
  • 800 gram singkong parut, diperas sedikit airnya 40 ml.
  • 80 ml air
  • 145 gram gula pasir
  • 1 sendok teh agar-agar bubuk
  • ½ sendok teh vanili
  • ½ sendok teh garam
  • 1 tetes pewarna hijau
  • 1 tetes pewarna merah
  • 1 tetes pewarna kuning

Bahan taburan (kukus 15menit):
  • 200 gram kelapa parut kasar
  • ¼ sendok teh garam
  • 1 lembar daun pandan

Cara membuat:
  1. Aduk rata singkong, air, gula pasir, agar-agar bubuk, vanili dan garam.
  2. Bagi 3 adonan. Satu bagian tambahkan pewarna hijau, aduk rata. Satu bagian tambahkan pewarna merah muda, aduk rata. Satu bagian tambahkan pewarna kuning, aduk rata.
  3. Tuang adonan hijau di loyang 22x10x6cm yang dialas plastik. Ratakan. Tuang adonan merah muda. Ratakan. Tuang adonan kuning. Ratakan. Kukus 60 menit sampai matang.
  4. Potong-potong dan gulingkan di bahan taburan.
  5. Sajikan.

Selamat mencoba dan menikmati d


 NAGASARI

Tak terasa Nok Ness sudah satu setengah tahun, waktunya imunisasi pediacel yang keempat. Yuk, kita ke RSIA Permata Cibubur ya nok? Alhamdulillah dapat nomor antrian dua, biasanya selalu dapat nomor antrian antara 10-15. Setelah pulang imunisasi saya mampir kios seberang rumah sakit, tergoda melihat pisang tanduk yang yang bohay dan tua.
Sampai rumah nok ness tertidur, waktunya membuat cemilan. Pilihan saya membuat nagasari. Daun pisang sudah saya siapkan sebelumnya, untuk menghindari daun pisang yang mudah sobek dengan menjemurnya sebentar sampai agak layu lalu siapkan potongan-potongan daun pisang sesuai ukuran untuk nagasari. Bersihkan potongan-potongan daun pisang dengan lap basah, daun pisang siap untuk membungkus adonan apa saja atau simpan untuk esok harinya.

Nagasarinya uenakkkk kata ayah, hihihi…senangnya, nok ness suka sekali makan nagasari, enak karena pisangnya juga benar-benar matang. Satu resep menjadi dua puluh bungkus, saya mencoba menyimpan empat bungkus untuk esok hari ternyata masih enak. Saya ingat ibu saya sering membuat nagasari dan buatan beliau menjadi favorit keluarga besar saya. Beliau selalu membuat nagasari dengan campuran maizena, berhubung stok maizena tinggal sedikit hanya ada stok tepung hunkwe dan sagu. Akhirnya nagasari saya buat dengan campuran kedua tepung tersebut, hasilnya agak kenyal dan rasanya menurut saya lebih enak daripada menggunakan tepung beras saja. Tapi semua kembali ke selera masing-masing ya.
Sumber resep dari majalah Sedap Pemula dan saya modifikasi sedikit. Stok bahan-bahan yang lain sudah siap semua, langsung deh membuat Nagasari dengan resep dibawah ini.


Nagasari ( Kue Pisang)
Untuk 20 buah

Bahan:
  • 2 buah pisang tanduk, iris bulat menjadi 20.
  • 150 gram tepung beras
  • 150 gram gula pasir
  • 650 ml santan dari ½ butir kelapa
  • ½ sendok teh garam
  • 1/8 sendok teh vanili bubuk
  • 2 lembar daun pandan, simpulkan
  • 25 gram tepung hunkwe
  • 25 gram tepung sagu
  • Daun pisang untuk membungkus

Cara membuat:
  1. Larutkan tepung sagu dan tepung hunkwe dengan 200 ml santan, sisihkan.
  2. Larutkan tepung beras, gula pasir, garam dan vanili bubuk di dalam 450 ml santan. Masak bersama pandan sambil diaduk sampai kalis.
  3. Masukkan larutan tepung sagu dan hunkwe. Aduk sampai licin dan berminyak.
  4. Ambil daun pisang, letakkan satu iris daun pandan.
  5. Letakkan adonan. Letakkan satu iris pisang. Tutup dengan adonan.
  6. Bungkus dengan daun pisang.
  7. Kukus 45 menit dengan api sedang sampai matang. Sajikan.


Selamat mencoba dan menikmati d

 NAGASARI

Tak terasa Nok Ness sudah satu setengah tahun, waktunya imunisasi pediacel yang keempat. Yuk, kita ke RSIA Permata Cibubur ya nok? Alhamdulillah dapat nomor antrian dua, biasanya selalu dapat nomor antrian antara 10-15. Setelah pulang imunisasi saya mampir kios seberang rumah sakit, tergoda melihat pisang tanduk yang yang bohay dan tua.
Sampai rumah nok ness tertidur, waktunya membuat cemilan. Pilihan saya membuat nagasari. Daun pisang sudah saya siapkan sebelumnya, untuk menghindari daun pisang yang mudah sobek dengan menjemurnya sebentar sampai agak layu lalu siapkan potongan-potongan daun pisang sesuai ukuran untuk nagasari. Bersihkan potongan-potongan daun pisang dengan lap basah, daun pisang siap untuk membungkus adonan apa saja atau simpan untuk esok harinya.

Nagasarinya uenakkkk kata ayah, hihihi…senangnya, nok ness suka sekali makan nagasari, enak karena pisangnya juga benar-benar matang. Satu resep menjadi dua puluh bungkus, saya mencoba menyimpan empat bungkus untuk esok hari ternyata masih enak. Saya ingat ibu saya sering membuat nagasari dan buatan beliau menjadi favorit keluarga besar saya. Beliau selalu membuat nagasari dengan campuran maizena, berhubung stok maizena tinggal sedikit hanya ada stok tepung hunkwe dan sagu. Akhirnya nagasari saya buat dengan campuran kedua tepung tersebut, hasilnya agak kenyal dan rasanya menurut saya lebih enak daripada menggunakan tepung beras saja. Tapi semua kembali ke selera masing-masing ya.
Sumber resep dari majalah Sedap Pemula dan saya modifikasi sedikit. Stok bahan-bahan yang lain sudah siap semua, langsung deh membuat Nagasari dengan resep dibawah ini.


Nagasari ( Kue Pisang)
Untuk 20 buah

Bahan:
  • 2 buah pisang tanduk, iris bulat menjadi 20.
  • 150 gram tepung beras
  • 150 gram gula pasir
  • 650 ml santan dari ½ butir kelapa
  • ½ sendok teh garam
  • 1/8 sendok teh vanili bubuk
  • 2 lembar daun pandan, simpulkan
  • 25 gram tepung hunkwe
  • 25 gram tepung sagu
  • Daun pisang untuk membungkus

Cara membuat:
  1. Larutkan tepung sagu dan tepung hunkwe dengan 200 ml santan, sisihkan.
  2. Larutkan tepung beras, gula pasir, garam dan vanili bubuk di dalam 450 ml santan. Masak bersama pandan sambil diaduk sampai kalis.
  3. Masukkan larutan tepung sagu dan hunkwe. Aduk sampai licin dan berminyak.
  4. Ambil daun pisang, letakkan satu iris daun pandan.
  5. Letakkan adonan. Letakkan satu iris pisang. Tutup dengan adonan.
  6. Bungkus dengan daun pisang.
  7. Kukus 45 menit dengan api sedang sampai matang. Sajikan.


Selamat mencoba dan menikmati d

CUPCAKES MANGGA

Bulan Desember bulan penutup tahun bersamaan dengan musim buah mangga, dimana-mana harum mangga menggoda sekali, di pinggir-pinggir jalan pedagang buah dengan tumpukan berbagai jenis mangga, semua pasti tergoda ingin membelinya. Begitu pula dengan saya rasanya ingin memborong buah mangga. Teringat apa kata ibu mertua, weekend kita mau panen mangga dan akhirnya niat membeli pun batal. Tiba waktunya panen mangga pohonnya adik ipar, wow…wow….harum mangga manalagi membuat saya tak sabar ingin mengupas dan melahapnya. Nok Ness pun suka melahap mangga manalagi, kalau masak rasanya manis sekali serasa madu.


Pulang ke rumah bawa sekantong mangga manalagi sampai bosan kalau dimakan begitu saja. Terpikir untuk membuat cake dari mangga, setelah melihat setumpuk cup kecil warna merah berbintik putih. Saya putuskan membuat cupcakes mangga, penasaran dengan rasanya. Cupcakes tanpa topping memang sengaja padahal masih ada ganache putih di freezer tapi memang pingin merasakan  yang polos, agar terasa rasa aslinya. Ternyata Nok Ness doyan padahal menurut saya agak lengket rasanya enak, legit tapi rasa mangganya samar-samar dan harum mangganya sudah tercampur dengan aroma bubuk spekoek. Lain waktu kudu mencoba lagi dengan mengurangi pure mangga.  O iya, ternyata ngovennya kurang lama jadi waktu cakenya saya keluarin dari oven atasnya agak turun. Kemungkinan mangga banyak mengandung air, jadi pemanggangannya perlu diperhatikan. Langsung ke resepnya saja ya.


Cupcakes Mangga

Bahan-bahan:
  • 240 gram pure mangga manalagi
  • 200 gram gula pasir
  • 100 gram telur ayam ( 2 butir )
  • 240 gram tepung terigu
  • ¼ sendok teh baking powder
  • ¼ sendok teh bumbu spekoek
  • 80 ml susu cair
  • 56 ml minyak sayur
Cara membuat:
  1. Kocok pure mangga dan gula dengan kecepatan tinggi hingga gulanya menjadi halus setelah rata masukkan telur ayam tanpa mengurangi kecepatan asal tercampur rata tidak sampai mengembang dan kental.
  2. Setelah itu dengan kecepatan rendah masukan tepung terigu yang sudah di campur dengan baking powder dan bumbu spekuk ke dalam campuran pisang. Setelah itu masukan susu cair sedikit demi sedikit aduk balik dengan spatula dan setelah tercampur baru masukan minyak sayur aduk balik dengan spatula sampai rata.Tuang ke dalam cup yang sudah disiapkan sebelumnya.
  3. Oven cupcake 150 derajat selama kurang lebih 1 jam atau sampai matang.
  4. Siap dihias dengan aneka topping atau langsung sajikan.



Selamat mencoba dan menikmati 
CUPCAKES MANGGA

Bulan Desember bulan penutup tahun bersamaan dengan musim buah mangga, dimana-mana harum mangga menggoda sekali, di pinggir-pinggir jalan pedagang buah dengan tumpukan berbagai jenis mangga, semua pasti tergoda ingin membelinya. Begitu pula dengan saya rasanya ingin memborong buah mangga. Teringat apa kata ibu mertua, weekend kita mau panen mangga dan akhirnya niat membeli pun batal. Tiba waktunya panen mangga pohonnya adik ipar, wow…wow….harum mangga manalagi membuat saya tak sabar ingin mengupas dan melahapnya. Nok Ness pun suka melahap mangga manalagi, kalau masak rasanya manis sekali serasa madu.


Pulang ke rumah bawa sekantong mangga manalagi sampai bosan kalau dimakan begitu saja. Terpikir untuk membuat cake dari mangga, setelah melihat setumpuk cup kecil warna merah berbintik putih. Saya putuskan membuat cupcakes mangga, penasaran dengan rasanya. Cupcakes tanpa topping memang sengaja padahal masih ada ganache putih di freezer tapi memang pingin merasakan  yang polos, agar terasa rasa aslinya. Ternyata Nok Ness doyan padahal menurut saya agak lengket rasanya enak, legit tapi rasa mangganya samar-samar dan harum mangganya sudah tercampur dengan aroma bubuk spekoek. Lain waktu kudu mencoba lagi dengan mengurangi pure mangga.  O iya, ternyata ngovennya kurang lama jadi waktu cakenya saya keluarin dari oven atasnya agak turun. Kemungkinan mangga banyak mengandung air, jadi pemanggangannya perlu diperhatikan. Langsung ke resepnya saja ya.


Cupcakes Mangga

Bahan-bahan:
  • 240 gram pure mangga manalagi
  • 200 gram gula pasir
  • 100 gram telur ayam ( 2 butir )
  • 240 gram tepung terigu
  • ¼ sendok teh baking powder
  • ¼ sendok teh bumbu spekoek
  • 80 ml susu cair
  • 56 ml minyak sayur
Cara membuat:
  1. Kocok pure mangga dan gula dengan kecepatan tinggi hingga gulanya menjadi halus setelah rata masukkan telur ayam tanpa mengurangi kecepatan asal tercampur rata tidak sampai mengembang dan kental.
  2. Setelah itu dengan kecepatan rendah masukan tepung terigu yang sudah di campur dengan baking powder dan bumbu spekuk ke dalam campuran pisang. Setelah itu masukan susu cair sedikit demi sedikit aduk balik dengan spatula dan setelah tercampur baru masukan minyak sayur aduk balik dengan spatula sampai rata.Tuang ke dalam cup yang sudah disiapkan sebelumnya.
  3. Oven cupcake 150 derajat selama kurang lebih 1 jam atau sampai matang.
  4. Siap dihias dengan aneka topping atau langsung sajikan.



Selamat mencoba dan menikmati 
Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]

Banyak di Baca